MELIHAT KOTA, MEMBACA SASTRA

Imam Muhtarom *

Perkembangan kota sebagai sebuah ruang yang benar-benar berbeda dengan desa, telah mengubah bukan hanya di tingkat bagaimana penghuninya memenuhi kebutuhan ekonominya tetapi juga bagaimana kesadaran para penghuninya. Jika dalam masyarakat desa memiliki ketergantungan pada alam, maka masyarakat kota memiliki cara lain dalam memenuhi kebutuhannya. Sistem sebagai sarana pengelolaan segala kebutuhan masyarakat kota merupakan seperangkat cara agar segala kebutuhan dan kepentingan dapat terakumulasi dengan baik. Continue reading “MELIHAT KOTA, MEMBACA SASTRA”

Meneguhkan Kembali Karya Sastra

Imam Muhtarom *
indopos.co.id

Pernyataan novelis Budi Darma pada Kamis (31/7/2008) dalam rangkaian Mastera (Majelis Sastra Asia Tenggara) XII di Bogor, 28 Juli -2 Agustus 2008, layak menjadi renungan dalam perkembangan sastra sekarang ini. Sastra hari ini, menurut Budi Darma, mendapat tantangan yang cukup berat. Tantangan itu bukan karena tidak adanya infrastruktur untuk menopang kelangsungan sastra itu sendiri, melainkan justru ketika infrastruktur tersebut dalam keadaan cukup memadai. Buktinya, sekian penerbit telah muncul dengan segala kelengkapannya agar karya sastra sebanyak mungkin diserap pasar. Continue reading “Meneguhkan Kembali Karya Sastra”

Gerbong Maut 1

Imam Muhtarom
balipost.co.id

Bagian 1

Kami berada di atas gerbong yang melaju tak terkendali. Seperti menaiki sebuah perahu kayu yang berputar di atas ombak dan telah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Perahu itu belum pernah berhenti. Kami seperti tersesat di perairan maha luas dan kami hanya bisa menduga-duga tentang keluasan itu. Continue reading “Gerbong Maut 1”

Gerbong Maut 2

Imam Muhtarom
balipost.co.id

Bagian 2-Habis

Tetapi anehnya, kami tidak melihat seorang pun di sela-sela rumah yang tidak berbeda dengan kardus-kardus kue itu. Menangis tersedu-sedukah anak-anaknya? Atau tubuh-tubuh bergelimpangan berlumuran tanah dan darahkah? Atau malah berlari-lari seraya tertawa-tawa karena mereka telah terbiasa dengan peristiwa itu sehingga mereka telah terlatih menghadapinya dan setiap letusan gunung itu berulang mereka menganggapnya latihan tubuh belaka? Continue reading “Gerbong Maut 2”

Lukisan Istanbul yang Melankolik

Imam Muhtarom *
jawapos.com

Istanbul dan Pamuk merupakan satu kesatuan yang saling membentuk dalam proses kepengarangan Orhan Pamuk. Istanbul dengan latar sejarahnya yang pernah gemilang di bawah Kesultanan Usmani berabad lampau dan mengalami kemunduran di abad ke-20, pada saat Turki perlahan mengubah menjadi republik dan berkiblat ke Eropa; sementara di sisi lain Orhan Pamuk yang mengambil jalan hidup yang berseberangan dengan rata-rata keluarga kaya dengan memilih menjadi pelukis kemudian pengarang. Antara kota yang membentang kesejarahannya dan pilihan hidup Pamuk tersebut bisa dikatakan paduan yang memukau bagi novel-novel karya Orhan Pamuk di kemudian hari. Continue reading “Lukisan Istanbul yang Melankolik”

Bahasa ยป