Memetik hikmah dari puisi-puisi transendental, karya Moh. Gufron Chalid

Imron Tohari

“Sastra adalah jalan keempat untuk mencari kebenaran, setelah agama, filsafat, dan ilmu pengetahuan.” (Teeuw)

Seperti yang dikatakan Teeuw di atas, seperti itulah yang saya temukan pada sajak-sajak Moh. Gufron Chalid yang terkumpul pada 17 sajak pilihan, yang di inbokkan ke saya untuk saya pelajari.

Setelah menelusuri setiap detak nafas sajak-sajak tadi, di sana saya dapat merasakan bagaimana penyair dalam menjalani proses pencarian jalan kebenaran melalui medium sastera. Continue reading “Memetik hikmah dari puisi-puisi transendental, karya Moh. Gufron Chalid”

Bahasa ยป