Kado Mimpi buat Konglomerat

Iwan Gunadi
http://www.lampungpost.com/

INI benar-benar tak masuk akal. Aku konglomerat yang selalu menindas dan mengisap rakyat. Tapi rakyat pula yang menghadiahiku sebuah tempat di surga.

Mulanya sebuah kado di atas meja di kantorku. Kado itu berlapis kertas warna putih dengan pita merah. Bentuknya kotak empat persegi panjang dengan ukuran setengah meter kali satu meter. Tebalnya sekitar lima sentimeter. Continue reading “Kado Mimpi buat Konglomerat”

Kualitas Komunitas Sastra

Iwan Gunadi
http://www.suarakarya-online.com/

Setelah beberapa tahun terlibat dalam komunitas sastra serta tak jarang membaca atau mendengar istilah “sastra komunitas”, saya mulai mempertanyakan lebih dalam kedua terminologi tersebut. Apa itu sastra komunitas? Apa benar ada? Seiring dengan itu, saya juga membatin, apakah komunitas sastra juga merupakan sesuatu yang nyata? Continue reading “Kualitas Komunitas Sastra”

Komunitas Sastra di Indonesia: Tumbuh Bak Cendawan, Sirna Laksana Asap

Iwan Gunadi
http://riaupos.com/

Sejumlah kecil komunitas sastra membatasi anggotanya dengan ?persyaratan? yang lebih khusus, sehingga hanya orang tertentu yang dapat menjadi anggotanya. Ada yang membatasinya dengan semangat gender, seperti Forum Sastra Wanita Merah Hitam Kuning (Tamening) di Padang (Sumatra Barat) dan Komunitas Sastra Dewi Sartika di Bandung, Jawa Barat. Ada pula yang hanya menerima buruh sebagai anggotanya, seperti Roda-Roda Budaya dan Budaya Buruh Tangerang, Banten. Continue reading “Komunitas Sastra di Indonesia: Tumbuh Bak Cendawan, Sirna Laksana Asap”

Belajar dari Komunitas Sastra Dunia

Iwan Gunadi
http://www.lampungpost.com/

JANGAN pernah memastikan bahwa kehadiran komunitas sastra di Indonesia yang marak sejak 1980-an merupakan suatu fenomena yang khas di dunia. Di belahan dunia lain, hal yang sama juga terjadi.

Meski aktivitas kreatif dalam kesenian, termasuk kesusastraan, umumnya masih dilakukan secara individual alias soliter, sebagai makhluk sosial, pelakunya, yakni seniman atau pekerja seni, termasuk sastrawan atau pekerja sastra; tetap butuh bersosialisasi dalam kelompok yang memiliki kesamaan cita-cita. Continue reading “Belajar dari Komunitas Sastra Dunia”

Bahasa ยป