Hari Sastra Nasional Dilihat Secara Sosiologis

Jakob Sumardjo
Pikiran Rakyat, 6 Jan 2001

Kesusastraan adalah masalah nilai, yaitu nilai estetika. Dan apa yang disebut “sastra” itu berbeda-beda untuk tiap orang, tiap kelompok dan tiap masyarakat. Karya sastra yang dibaca oleh seorang mahasiswa Fakultas Sastra, berbeda dengan sastra yang dibaca oleh seorang penjaga kios rokok. Kalau penjaga kios itu disodori bacaan mahasiswa, kemungkinan besar dia akan mengatakan, bahwa itu bukan bacaannya. Continue reading “Hari Sastra Nasional Dilihat Secara Sosiologis”

Uang dan Kekuasaan

Jakob Sumardjo
Kompas, 07/11/09

Tindakan korup adalah tindak kekuasaan. Dan kekuasaan adalah kekuatan. Nenek moyang Indonesia mengenal trilogi tekad, ucap, lampah. Will, Mind, Power. Ketiganya satu.

Huru-hara para pemegang mandat kekuasaan rakyat sekarang ini adalah uang. Tekadnya uang, pikirannya uang, dan kekuasaannya uang. Bukan tekadnya demi rakyat, pikirannya demi rakyat, dan kekuasaannya demi rakyat. Masih lumayan kalau tekad uang demi rakyat, pikiran uang demi rakyat, dan praktik kekuasaan adalah uang demi rakyat. Yang terjadi adalah trilogi uang demi diri sendiri. Continue reading “Uang dan Kekuasaan”

Keruntuhan Peradaban Air

Jakob Sumardjo*
Pikiran Rakyat, 31 Mei 2008

PERADABAN manusia dimulai dengan peradaban air. Sejarah umat manusia dimulai dengan peradaban peramu dan pemburu yang usianya ratusan ribu tahun. Kecenderungan peradaban ini adalah konsumsi. Manusia hidup dari memangsa apa yang disediakan alam raya. Akan tetapi, alam begitu perkasa dan kaya sehingga manusia yang jumlahnya belum begitu banyak dapat menyusu alam raya dengan merdeka. Continue reading “Keruntuhan Peradaban Air”

Mimpi-mimpi

Jakob Sumardjo *
Kompas, 09/14/2003

Inilah pengakuan dosa paling aneh yang dialami Romo Wijoyo selama hidupnya.

Pada Suatu hari Sabtu sore, seperti biasa, Romo Wijoyo telah menunggu para pengaku dosa pengakuan. Di depan masih sepi. Baru ada sekitar sepuluh orang yang duduk atau berlutut di bangku-bangku gereja. Suasana gereja amat sunyi. Tidak lama kemudian pintu kamar pengakuan dibuka orang, dan seorang lelaki muda masuk ruangan itu. Continue reading “Mimpi-mimpi”