Tag Archives: Jakob Sumardjo

Uang dan Kekuasaan

Jakob Sumardjo
Kompas, 07/11/09

Tindakan korup adalah tindak kekuasaan. Dan kekuasaan adalah kekuatan. Nenek moyang Indonesia mengenal trilogi tekad, ucap, lampah. Will, Mind, Power. Ketiganya satu.

Huru-hara para pemegang mandat kekuasaan rakyat sekarang ini adalah uang. Tekadnya uang, pikirannya uang, dan kekuasaannya uang. Bukan tekadnya demi rakyat, pikirannya demi rakyat, dan kekuasaannya demi rakyat. Masih lumayan kalau tekad uang demi rakyat, pikiran uang demi rakyat, dan praktik kekuasaan adalah uang demi rakyat. Yang terjadi adalah trilogi uang demi diri sendiri.

Si Kabayan Sebagai Cerita Rakyat

Jakob Sumardjo *
Pikiran Rakyat, 5 Jan 2008

JAWA Barat kaya akan tradisi kerakyatan, termasuk cerita rakyat. Meskipun tradisi istana pernah hidup di Jawa Barat, karena mengalami zaman dua kerajaan besar, yakni Galuh di daerah Ciamis dan Pajajaran di daerah Bogor, sedikit sekali ditemukan artefak-artefak budaya istana.

Keruntuhan Peradaban Air

Jakob Sumardjo*
Pikiran Rakyat, 31 Mei 2008

PERADABAN manusia dimulai dengan peradaban air. Sejarah umat manusia dimulai dengan peradaban peramu dan pemburu yang usianya ratusan ribu tahun. Kecenderungan peradaban ini adalah konsumsi. Manusia hidup dari memangsa apa yang disediakan alam raya. Akan tetapi, alam begitu perkasa dan kaya sehingga manusia yang jumlahnya belum begitu banyak dapat menyusu alam raya dengan merdeka.

Mimpi-mimpi

Jakob Sumardjo *
Kompas, 09/14/2003

Inilah pengakuan dosa paling aneh yang dialami Romo Wijoyo selama hidupnya.

Pada Suatu hari Sabtu sore, seperti biasa, Romo Wijoyo telah menunggu para pengaku dosa pengakuan. Di depan masih sepi. Baru ada sekitar sepuluh orang yang duduk atau berlutut di bangku-bangku gereja. Suasana gereja amat sunyi. Tidak lama kemudian pintu kamar pengakuan dibuka orang, dan seorang lelaki muda masuk ruangan itu.

Bilik Sederhana Jakob Sumardjo

Putu Fajar Arcana
Kompas, 5 Sep 2010.

Orang tua yang sederhana itu tetap tangguh memainkan jari-jarinya di atas tuts mesin tik yang huruf-hurufnya sudah tampak lumer. Semua oleh deraan jutaan kali ujung jari Jakob. Lebih-lebih saat ini, lelaki kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 26 Agustus 1939, ini sedang menyelesaikan draf buku berjudul Pola Personalitas Kebudayaan Sunda, yang menurut rencana setebal 400 halaman.