Puisi-Puisi Joko Pinurbo

http://sastrakarta.multiply.com/
CELANA IBU

Maria sangat sedih menyaksikan anaknya
mati di kayu salib tanpa celana
dan hanya berbalutkan sobekan jubah
yang berlumuran darah.

Ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit
dari mati, pagi-pagi sekali
Maria datang ke kubur anaknya itu,
membawa celana yang dijahitnya sendiri
dan meminta Yesus mencobanya. Continue reading “Puisi-Puisi Joko Pinurbo”

Joko Pinurbo: Saat Ini Puisi bukan hanya Milik Penyair

Joko Pinurbo, Akmal Nasery Basral
http://www.ruangbaca.com/

?RASANYA saya pernah baca puisi di sini,? ujar Joko Pinurbo perlahan. Pandangan matanya lalu mengembara, menjelajah menembus remang malam, seperti ingin mencocokkan apa yang sedang dilihatnya itu dengan sekeping kenangan: tembok yang beberapa bagiannya mengelupas, halaman terbuka yang dirawat seadanya, dan sejarah panjang rumah itu: kantor majalah kampus Balairung, Universitas Gajah Mada, yang terletak di kawasan perumahan dosen Bulaksumur B-21. Continue reading “Joko Pinurbo: Saat Ini Puisi bukan hanya Milik Penyair”