– Catatan untuk Goenawan Mohamad

(@Facebook dari merdeka.com)
A.S. Laksana * Continue reading “Sains dan Hal-Hal Baiknya”
– Catatan untuk Goenawan Mohamad

(@Facebook dari merdeka.com)
A.S. Laksana * Continue reading “Sains dan Hal-Hal Baiknya”
Boen S. Oemarjati
A. Pengertian Romantisisme
Pengertian Romantisisme sangat aneka ragam. Mungkin, karena mengacu pada gerakan yang melawan akal, ilmu pengetahuan, otoritas, tradisi, keteraturan, dan disiplin yang mengguncang peradaban Barat akhir abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19, dan mewujud dalam pembaruan-pembaruan sosial, politik, dan moral, terutama di bidang kesenian. Continue reading “Romantisisme dalam Sastra Indonesia”
Dick Hartoko
Kepada penyairlah sabda itu diserahkan untuk dipelihara. Sabda itu lebih padat daripada gagasan saja: sabda adalah gagasan yang telah mendarah dan mendaging. Karena jiwa dan badan itu terlebur menjadi satu keesaan, maka sabda adalah lebih daripada suatu hembusan napas yang hanya mengisyaratkan suatu gagasan. Continue reading “Penyair Sebagai Bendahara Sabda”

Potret Tokoh Sastra H.B. Jassin di salah satu ruangan di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Jakarta, Kamis (8/9). (Republika/Rakhmawaty La’lang)
Muhammad Subarkah * Continue reading “Penodaan Islam dan Kasus Ki Panji Kusmin di Awal Orde Baru”
H. Bahrum Rangkuti
Tidak mudah melukiskan secara objektif dan ilmiah judul di atas ini, lebih-lebih karena cerpen Langit Makin Mendung karangan Kipandjikusmin, sangat dihebohkan oleh golongan besar umat Islam. Hamka sendiri sebagai saksi ahli dalam sidang pengadilan atas dimuatkannya cerpen tersebut dalam majalah Sastra, merasa dirinya sangat tersinggung dan menyatakan kepada hakim ketua, ia akan murtad jika ia sebagai Penanggung Jawab majalah Kiblat memuatkannya dalam majalah yang dipimpinnya itu. Continue reading “Imajinasi, Observasi, dan Intuisi pada Cerpen “Langit Makin Mendung””