ANAK ARLOJI TERHARU DI BALAI SOEDJATMOKO SOLO

Kurnia Effendi
pawonsastra.blogspot.com

Jika ada yang bertanya kepada saya: “Bagaimana perasaanmu saat Anak Arloji dibincang teman-teman penggiat sastra di Solo?” – akan saya jawab: “Itulah malam paling mengharukan untuk awal perjalanan buku.”

Syahdan, saya, Endah, dan Raya berniat membesuk sahabat kami, Sanie B Kuncoro di Solo yang sakit dan baru menjalani operasi. Disepakati akan terbang pada Sabtu pagi, 26 Maret. Continue reading “ANAK ARLOJI TERHARU DI BALAI SOEDJATMOKO SOLO”

Randu Rekah

Kurnia Effendi
suarakarya-online.com

“AKU akan melamarmu di musim randu rekah. Saat itu langit di atas kampung kita dikelilingi kapuk yang melayang-layang seperti burung putih yang larut oleh hembusan angin,” kata Sanusi pada suatu senja di tepi sungai. Sepasang kakinya terjulur ke tebing yang memiliki undakan batu. Sesekali air memercik dingin. Melepaskan serpih lumpur yang mengering di atas matakaki. Continue reading “Randu Rekah”

Bahasa »