Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
?Realitas manusia adalah bebas, pada dasarnya dan sepenuhnya bebas!? demikian semangat yang dikumandangkan Sartre. Hanya dengan kebebasan, manusia akan menyadari eksistensinya, dan sekaligus dapat membentuk individu yang berpribadi. ?Jadilah diri sendiri, dan hiduplah sebagai manusia unggul!? begitulah penegasan Nietzsche dalam fatwa eksistensialismenya. Meski disadari tidak ada kebebasan mutlak, bagi seorang eksistensialis, independensi merupakan hal yang mutlak perlu. Tanpa itu, ia akan kehilangan kebebasannya dan akan tetap meringkuk dalam ketiak individu lain. Itulah problem eksistensial yang tampak dalam diri hampir semua tokoh cerpen antologi Cinta? Tai Kucing! karya Maroeli Simbolon (Yogyakarta: Jalasutra, 2003; ix + 152 halaman). Continue reading “PROBLEM EKSISTENSIAL CINTA TAI KUCING!?”
