PEMBENARAN DAN TAMPARAN

Sofyan RH. Zaid *
triknews.net

Jauh sebelum “Sastra(wan) Generasi Facebook” karya Maman S Mahayana (Kompas, 22/04/2017) yang menggempa(r)kan itu, saya pribadi tidak pernah share puisi di facebook. Kalau pun share puisi, pastilah puisi yang sudah dimuat media massa -baik cetak maupun online- beserta sumber dan edisi pemuatannya. Saya menjadikan dan menempatkan facebook sebagai media sosial untuk sosialisasi atau sebagai ‘tangan kedua’ setelah media massa dalam penyebaran karya. Barangkali orang-orang menganggapnya sebagai penguatan eksistensi, saya pribadi menganggapnya sebagai berikut: Continue reading “PEMBENARAN DAN TAMPARAN”

Martabat Sastra(wan) Facebook

Zulfaisal Putera
Banjarmasin Post, 30 April 2017

Apa yang salah dengan karya sastra dan sastrawan di Facebook (Fb) ? Apa karena Fb adalah media yang bebas bagi siapa pun untuk menampilkan karya sastranya sehingga dianggap tidak memiliki ukuran kualitas yang jelas? Apa juga karena Fb sebagai media yang gratis sehingga karya sastra apa pun yang ditampilkan dianggap jadi takbernilai? Atau, apa karena Fb takmempunyai redaksi dan kurator sehingga karya sastra yang ditampilkan tidak selektif? Continue reading “Martabat Sastra(wan) Facebook”

Sastra Internet vs Sastra Koran-Majalah, Lagi, Maman S Mahayana?!

Saut Situmorang *
boemipoetra.wordpress.com

Membaca “catatan kebudayaan” Maman S Mahayana, “Kritikus dan Pengajar di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia”, di Kompas 22 April 2017 cuma membuat saya geleng-geleng kepala saja. Karena tulisannya itu penuh dengan klise, daur-ulang yang itu-itu saja dari zaman jahiliyah Sastra Kertas Koran-Majalah. Continue reading “Sastra Internet vs Sastra Koran-Majalah, Lagi, Maman S Mahayana?!”