GERAKAN SASTRAWAN “YOGYA”

Maman S. Mahayana
mahayana-mahadewa.com

Hery Mardianto, dkk. (editor), Pagelaran: Antologi 17 Cerpen
(Bentang Intervisi Utama, Yogyakarta: 1993) xxxiv + 152 halaman.

Ada kecenderungan baru dalam perkembangan cerpen Indonessia belakangan ini: munculnya antologi cerpen karya beberapa pengarang yang terbit di luar Jakarta. Surabaya menerbitkan Cerita Pendek dari Surabaya (1991) dan Limau Walikota (1992), Riau, Teh Hangat Sumirah (1992), dan kini Yogyakarta, Pagelaran (1993). Keadaan tersebut tentu saja menyemarakkan antologi cerpen terbitan Jakarta, antara lain Kado Istimewa dan Pelajaran Mengarang (Redaksi Kompas, 1992, 1993). Continue reading “GERAKAN SASTRAWAN “YOGYA””

TSUNAMI DALAM PUISI PENYAIR ACEH

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Masa Lalu yang Agung

Aceh, pasca-tsunami adalah sebuah dunia baru. Paling tidak, ia mesti menjadi sebuah awal yang coba lahir kembali lewat serpihan dan serakan masa lalu yang mengagumkan dan sekaligus juga mengenaskan. Masa lalu Aceh yang mengagumkan tentu saja lantaran pada masa awal kedatangan Islam di Nusantara, Aceh menyimpan beragam peristiwa sejarah yang agung. Sebutlah beberapa nama di antaranya, seperti Hamzah Fansuri, Abdul Rauf Singkel dan Nurrudin Ar-Raniri. Continue reading “TSUNAMI DALAM PUISI PENYAIR ACEH”

SUARA KEJUJURAN DAN KESEDERHANAAN

APRESIASI ATAS ANTOLOGI PUISI DWIBAHASA MENGIKUTI PILIHAN HATI KARYA WILSON TJANDINEGARA*
Maman S. Mahayana**
http://mahayana-mahadewa.com/

Hakikat puisi adalah citraan (imagery), sebuah proses tindakan mental yang terjadi dalam pikiran. Ia mendorong terjadinya penciptaan bayangan visual yang hadir lantaran ada sesuatu yang menyentuh saklar memori untuk mengaitkannya pada sesuatu yang lain. Citraan merangsang memori, asosiasi, dan pikiran kita untuk membayangkan atau memvisualisasikan sesuatu, peristiwa atau hal tertentu sesuai dengan pengalaman pribadinya. Continue reading “SUARA KEJUJURAN DAN KESEDERHANAAN”

MENULIS CERPEN, MEMOTRET KEHIDUPAN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Pengantar
Bagaimanakah caranya menjadi seorang pengarang atau lebih khusus lagi, menjadi cerpenis? Dapatkah seseorang menjadi cerpenis atau sastrawan besar? Syarat apa saja yang harus dipenuhi agar dapat mencapai cita-cita tersebut? Siapa pun sesungguhnya dapat menjadi pengarang. Cara mencapai tujuan itu, juga bergantung kita sendiri. Tidak perlu modal atau biaya yang besar. Tak perlu juga berpikir tentang bakat. Seseorang yang menjadi pengarang sama sekali tak ditentukan oleh bakat. Continue reading “MENULIS CERPEN, MEMOTRET KEHIDUPAN”

POTRET KULTUR DAN AGAMA KELUARGA BATAK

Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Dalam banyak buku yang membicarakan perjalanan sejarah kesusastraan Indonesia, nama Sitor Situmorang sering kali dikaitkan dengan prestasi kepenyairannya. Oleh karena itu, pembahasan terhadap antologi puisinya, jauh lebih banyak dibandingkan dengan pembahasan terhadap cerpen, drama atau esai-esainya. Sekadar menyebut beberapa di antaranya, periksa misalnya buku A. Teeuw, Tergantung pada Kata (1980: 32?40), Subagio Sastrowardojo, Sosok Pribadi dalam Sajak 1980: 56?141), Continue reading “POTRET KULTUR DAN AGAMA KELUARGA BATAK”

Bahasa ยป