TAUFIQ ISMAIL: MEMBACA ISYARAT, MENYAPA KATA HATI

Maman S. Mahayana
mahayana-mahadewa.com

Sastra adalah catatan sebuah kesaksian atas satu atau serangkaian peristiwa yang terjadi pada saat dan zaman tertentu. Sebagai sebuah kesaksian, sastra boleh jadi sekadar mencatat segala peristiwa itu tanpa pretensi. Atau, mungkin juga ia mencoba melakukan pemaknaan atas hakikat di balik peristiwa itu. Continue reading “TAUFIQ ISMAIL: MEMBACA ISYARAT, MENYAPA KATA HATI”

CHAIRIL ANWAR ATAU SUTARDJI CALZOUM BACHRI

Maman S. Mahayana
mahayana-mahadewa.com

Chairil Anwar telah menjadi sejarah. Puisi-puisinya dipandang telah berhasil menghancurkan konsep bentuk konvensional; persoalan seputar larik dan bait, tidak lagi menjadi syarat sebuah puisi. Ia juga menawarkan kemungkinan pemanfaatan bahasa sehari-hari sebagai sarana ekspresi yang memberi ruang yang lebih luas bagi penyair. Dengan begitu, penyair leluasa dan bebas mengumbar gagasan kreatifnya. Continue reading “CHAIRIL ANWAR ATAU SUTARDJI CALZOUM BACHRI”

ASRIZAL NUR: DERAP KUDA DAN KEPAK RAJAWALI

Maman S Mahayana

http://mahayana-mahadewa.com/

Hanya ada satu kata: Lawan!” Itulah kalimat pendek yang lahir dari kegelisahan panjang ketika kekuasaan telah menjelma gurita raksasa penindasan, membunuhi kemanusiaan, dan membungkam apa pun yang lahir dari hati nurani. Wiji Thukul, sang penyair, terus bergerak sampai nasib menggelindingkannya pada misteri tak berjawab: Hilang diterkam kekuasaan. Ia lalu menjadi sebuah ikon bagi gerakan perlawanan atas apa pun yang bernama tirani. Continue reading “ASRIZAL NUR: DERAP KUDA DAN KEPAK RAJAWALI”

TENTANG PUISI EPIK

Maman S Mahayana

http://mahayana-mahadewa.com/

Pembicaraan puisi epik biasanya selalu dikaitkan dengan kisah-kisah klasik peperangan dan kepahlawanan yang menakjubkan. Mengingat kisah-kisah itu terdiri dari serangkaian peristiwa dan sejumlah episode, maka bentuk puisi epik hampir selalu berupa puisi naratif yang panjang. Di dalam perkembangannya kemudian, panjang pendeknya puisi itu, bukanlah merupakan ukuran mutlak. Continue reading “TENTANG PUISI EPIK”