Konsolidasi Publik Teater Modern, Siapa Peduli?

Maria Magdalena Bhoernomo
sinarharapan.co.id

Memperjuangkan teater modern di Indonesia agar dapat hidup sebagai seni panggung (yang dibutuhkan dan membutuhkan publik atau penonton) memang bukan pekerjaan sederhana. Diperlukan napas panjang, kesabaran dan ketekunan yang prima dalam kurun waktu yang bisa saja tak terbatas. Beberapa tahun lalu, seorang pekerja teater, yang juga dikenal sebagai penyair, Sosiawan Leak, pernah berkata bahwa dirinya sedang suntuk melakukan semacam konsolidasi publik teater modern di Solo (Taman Budaya Surakarta), dengan memprakarsai pertunjukan teater yang telah “mapan” dengan teater kampus dan teater sekolahan secara bergiliran di hari yang sama. Continue reading “Konsolidasi Publik Teater Modern, Siapa Peduli?”

Dewan Sastra Nasional, Perlukah?

Maria Magdalena Bhoernomo
sinarharapan.co.id

Gagasan untuk mendirikan lembaga baru di bidang seni budaya, dengan label Dewan Sastra Nasional, sebenarnya bukan hal yang baru. Misalnya, pada tahun 1995 lalu, dalam acara Temu Penyair Nasional di Taman Budaya Solo, dalam perbincangan santai antarpenyair, gagasan tersebut pernah terlontar, tapi langsung disambut dengan gelak tawa. Continue reading “Dewan Sastra Nasional, Perlukah?”

Namaku Rupiah

Maria Magdalena Bhoernomo
sinarharapan.co.id

JANGAN bilang aku tak bisa bicara. Kalau selama ini aku diam, semata-mata karena titahku memang hanya sekadar sebagai alat tukar saja. Sama dengan serdadu-serdadu yang dititahkan sebagai mesin perang, mereka tak mau bicara karena bicara bisa membuatnya dianggap melanggar disiplin prajurit!

Orang menyebutku uang. Ya, itulah jati diri asliku. Aku diciptakan sebagai alat tukar dengan nilai yang telah ditentukan. Meskipun begitu, aku sesekali kehilangan nilai, atau sebaliknya sangat bernilai dibanding dengan nilaiku yang sebenarnya. Continue reading “Namaku Rupiah”

Menjalin Kemesraan Sastrawan Daerah

Maria Magdalena Bhoernomo *
kr.co.id

BEBERAPA waktu lalu di Kudus ada acara “sosialisasi” sebuah buku antologi puisi dengan cover dua sisi: satu sisi berjudul “Nyanyian Sepasang Daun Waru” karya Thomas Budi Santoso (Kudus), satu sisi lagi berjudul “Dunia Bogam Bola” karya Sosiawan Leak (Solo). Penerbitnya Indonesia Tera, Magelang 2007.

Jika kita secara sembarangan memegang buku tersebut untuk membacanya tidak akan terbalik karena buku tersebut memiliki dua sisi bolak-balik. Buku tersebut agaknya bisa menjadi “barang bukti” sastra Kudus dan Solo telah lama “terlibat affair”. Continue reading “Menjalin Kemesraan Sastrawan Daerah”

Bahasa ยป