Tag Archives: Matroni El-Moezany

Kekuatan Kata-Kata Dalam Puisi

Matroni El-Moezany *
http://kuflet.com 26/12/2012

Kata-kata yang kita ucapkan bukanlah apa-apa, itu merupakan kesatuan tanda-tanda yang datang ke pikiran kita, tanda-tanda yang tidak pernah mencakup dan melingkupi segala sesuatu yang ingin atau harus kita ucapkan jika kita ingin dipahami dengan benar. Plato juga dalam hal ini, menyinggung elemen kesementaraan (kontingensi) ini, meskipun dia memiliki pemahaman yang lebih instrumental terhadap bahasa dalam renungan-renungan teoritisnya tentang linguistikalitas.

Gebyar Fisik Kesusastraan

Matroni El-Moezany *
Minggu Pagi, NO 39 TH 65 Minggu V Des 2012

Saya miris dan kaget ketika membaca sebuah koran, beberapa waktu lalu, yang memuat keprihatinan Inayah Wulandari Wahid, yang juga menjadi keprihatinan saya saya sebagai anak muda dan penulis sastra. Inayah prihatin banyak anak muda tidak tahu siapa Hamsad Rangkuti?

Sajak-Sajak Matroni el-Moezany

http://oase.kompas.com/
Sakitnya Melahirkan Kesadaran

Aku berlari di hatimu Karena takut kata-kataku mengering Kegersangan, kedangkalan, dan kebingungan

Di pantai ketiadaan Hidup dari tubuhku yang berwaktu Walau masa lalu kejam Kekinianku lebih kejam

Baru sekarang aku kesakitan Melihat kematian kesadaran

Refleksi Akhir Tahun Membaca Pembuka Budaya Baru

Matroni el-Moezany
http://cetak.kompas.com/

Kompleksitas budaya: perlu adanya reinterpretasi ulang dengan pelibatan subyek, obyek, dan predikat, bahkan keterangan sekaligus. Sebelum sampai pada interpretasi ke sana, setidaknya dalam ilmu kebudayaan di Indonesia ada dua cara untuk kontemplasi.

Dalam ranah membaca, merasa, dan menghayati kebudayaan, yakni pertama, dengan teori dalam sistematisasi rasional dan filsafat seni budaya. Kedua,

Puisi-Puisi Matroni el-Moezany

Risalah Batu-Batu

Kadang aku tak sanggup
Menaklukkan batu-batu jiwamu
Lantaran engkau tak jua
Meninggalkan irisan luka kata
Yang datang dari seberang

Ketaksanggupan adalah keniscayaan
Yang tidur pulas memelukku erat
Apa dan siapa diriku? Lalu