Refleksi Akhir Tahun Membaca Pembuka Budaya Baru

Matroni el-Moezany
http://cetak.kompas.com/

Kompleksitas budaya: perlu adanya reinterpretasi ulang dengan pelibatan subyek, obyek, dan predikat, bahkan keterangan sekaligus. Sebelum sampai pada interpretasi ke sana, setidaknya dalam ilmu kebudayaan di Indonesia ada dua cara untuk kontemplasi.

Dalam ranah membaca, merasa, dan menghayati kebudayaan, yakni pertama, dengan teori dalam sistematisasi rasional dan filsafat seni budaya. Kedua, Continue reading “Refleksi Akhir Tahun Membaca Pembuka Budaya Baru”

Mengamati Perkembangan Sastra

Matroni el-Moezany*
http://terpelanting.wordpress.com/

Mengamati kemunculan karya sastra, baik itu cerita pendek ataupun puisi di Yogyakarta (baca:Yogyakarta) sejak pertengahan tahun 2007 sampai dengan hari ini mengalami perkembangan luar biasa. Media cetak lokal, dalam hal ini Koran harian Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, dan Berita Pagi, khususnya Seputar Indonesia (Sindo) begitu konsisten dalam memuat dan memunculkan nama-nama baru yang dari segi kualitas karya bisa dikatakan baik dan hampir menyamai para senior walaupun para terdahulu mereka itu begitu berpengalaman. Jika boleh melihat dari segi usia, nama-nama baru tersebut bisa dikategorikan sebagai orang muda. Saya lebih suka menamai dengan orang muda karena usia mereka berkisar antara 20 tahun sampai 29 tahun. Continue reading “Mengamati Perkembangan Sastra”

Seruling Sunyi

Matroni el-Moezany
http://www.lampungpost.com/

SEIRAMA dengan kuping yang mendengar suara dari balik layar kumputer, tiba-tiba tanpa di sengaja suara itu mematuk dan membawa Rizki menemui Tuhan-nya. Seluring yang membuat Rizki bertanya akan dirinya dan ruang yang tertutup retak tak bernama, mengapa bunyi seruling itu membuat jiwa ini memiliki ruang lain untuk selalu bertanya ketika seluring terdengar bersuara, sehingga malam itu tak ada kata-kata yang mampu mengubah jalannya suara seluring, selain diri yang selalu merindu. Karena kita terlalu sunyi untuk merasakan kata-kata. Maka bertanyalah selalu untuk merasakan adamu dalam ruang-ruang kehidupan. Continue reading “Seruling Sunyi”