Mengamati Perkembangan Sastra

Matroni el-Moezany*
http://terpelanting.wordpress.com/

Mengamati kemunculan karya sastra, baik itu cerita pendek ataupun puisi di Yogyakarta (baca:Yogyakarta) sejak pertengahan tahun 2007 sampai dengan hari ini mengalami perkembangan luar biasa. Media cetak lokal, dalam hal ini Koran harian Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, dan Berita Pagi, khususnya Seputar Indonesia (Sindo) begitu konsisten dalam memuat dan memunculkan nama-nama baru yang dari segi kualitas karya bisa dikatakan baik dan hampir menyamai para senior walaupun para terdahulu mereka itu begitu berpengalaman. Jika boleh melihat dari segi usia, nama-nama baru tersebut bisa dikategorikan sebagai orang muda. Saya lebih suka menamai dengan orang muda karena usia mereka berkisar antara 20 tahun sampai 29 tahun. Baca selengkapnya “Mengamati Perkembangan Sastra”

Seruling Sunyi

Matroni el-Moezany
http://www.lampungpost.com/

SEIRAMA dengan kuping yang mendengar suara dari balik layar kumputer, tiba-tiba tanpa di sengaja suara itu mematuk dan membawa Rizki menemui Tuhan-nya. Seluring yang membuat Rizki bertanya akan dirinya dan ruang yang tertutup retak tak bernama, mengapa bunyi seruling itu membuat jiwa ini memiliki ruang lain untuk selalu bertanya ketika seluring terdengar bersuara, sehingga malam itu tak ada kata-kata yang mampu mengubah jalannya suara seluring, selain diri yang selalu merindu. Karena kita terlalu sunyi untuk merasakan kata-kata. Maka bertanyalah selalu untuk merasakan adamu dalam ruang-ruang kehidupan. Baca selengkapnya “Seruling Sunyi”

Benarkah Sastra Islam Ada?

Matroni el-Moezany*
http://terpelanting.wordpress.com/

Selama ini sastra hanya berkutat pada ranah yang bernuansakan sastra pemberontakan, sastra romantis, seperti setiap minggu di Koran Sindo, setelah saya amati setiap hari Minggu Koran Sindo Pasti edisi sastra khsusnya puisi. Pasti puisi-puisinya romantis yang dimuat. Bahkan puisi romantis tidak ber-roh. Bukannya penulis tidak sejutu dengan puisi semacam itu, tapi bagaimana kita menjaga eksistensi perkembangan sastra yang lebih serius lagi. Baca selengkapnya “Benarkah Sastra Islam Ada?”

Cinta, Sastra, dan Kita

Matroni El-Moezany
http://www.sinarharapan.co.id/

Cinta tak lain adalah sebuah reaksi kimia tubuh yang segalanya bisa diterangkan sebagai persoalan senyawa kimia. Belakangan ini para ilmuwan semakin tertarik menerangkan perasaan manusia sebagai gejala kimia biologi.

Bukan lagi gejala jiwa atau psike. Sesungguhnya ini sangat kontroversial. Tren penemuan-penemuan belakangan ini menunjukkan bahwa yang selama ini dianggap sebagai jiwa dalam bentuk sifat, perasaan, perilaku ini dapat dikendalikan bahkan diubah melalui manipulasi hormon dan senyawa kimia otak. Baca selengkapnya “Cinta, Sastra, dan Kita”