Benarkah Sastra Islam Ada?

Matroni el-Moezany*
http://terpelanting.wordpress.com/

Selama ini sastra hanya berkutat pada ranah yang bernuansakan sastra pemberontakan, sastra romantis, seperti setiap minggu di Koran Sindo, setelah saya amati setiap hari Minggu Koran Sindo Pasti edisi sastra khsusnya puisi. Pasti puisi-puisinya romantis yang dimuat. Bahkan puisi romantis tidak ber-roh. Bukannya penulis tidak sejutu dengan puisi semacam itu, tapi bagaimana kita menjaga eksistensi perkembangan sastra yang lebih serius lagi. Continue reading “Benarkah Sastra Islam Ada?”

Cinta, Sastra, dan Kita

Matroni El-Moezany
sinarharapan.co.id

Cinta tak lain adalah sebuah reaksi kimia tubuh yang segalanya bisa diterangkan sebagai persoalan senyawa kimia. Belakangan ini para ilmuwan semakin tertarik menerangkan perasaan manusia sebagai gejala kimia biologi.

Bukan lagi gejala jiwa atau psike. Sesungguhnya ini sangat kontroversial. Tren penemuan-penemuan belakangan ini menunjukkan bahwa yang selama ini dianggap sebagai jiwa dalam bentuk sifat, perasaan, perilaku ini dapat dikendalikan bahkan diubah melalui manipulasi hormon dan senyawa kimia otak. Continue reading “Cinta, Sastra, dan Kita”

Kebudayaan Kita Makin Tergusur

Matroni A. el-Moezany
http://www.lampungpost.com/

Sebuah persoalan dalam bidang budaya yang masih mendesak pemahaman kita ialah mengapa kebudayaan Indonesia sejak 1980-an berada dalam keadaan kurang mengembirakan, ia makin tergeser, tergusur, dan tersingkir dari pusat dan puncak perhatian dan kesibukan kita sehari-hari. Ini memang bukan persoalan baru dan memang sudah ramai diperbincangkan pada awal 1980-an, tapi setiap ada yang mempertanyakan apa yang kini harus diperhatikan dalam sebuah kebudayaan Indonesia, saya cendrung menunjuk pada tidak lagi mementingkan kebudayaan sebagai problematika terpenting. Continue reading “Kebudayaan Kita Makin Tergusur”