Puasa dan Kedamaian Sosial

Matroni Musèrang *
Radar Madura, 3 Juni 2019

Puasa dasar utamanya adalah “keimanan” (baca;al-Qur’an), bukan “kemampuan” artinya kalau pun ada warung buka, menjual bakso, menjual nasi bukan alasan kita untuk “mengutuk” si penjual, apalagi sampai membongkar dan membakar. Ketika keimanan yang menjadi fondasi seseorang berpuasa, maka untuk menghormati bulan puasa semua manusia diperintah menghormati sesama manusia (yang berpuasa atau yang tidak puasa). Continue reading “Puasa dan Kedamaian Sosial”

Gus Mus di Batang-Batang, Sumenep

Terinspirasi mendengar Gus Mus cerama di Batang-Batang
Matroni Muserang *

Sosok K.H Mustofa Bisri yang dikenal Gus Mus merupakan sosok yang dintunggu-tunggu oleh masyarakat Sumenep. Terutama saya yang sudah lama tidak mengikuti ceramahnya, hanya saja mengikuti di twitter. Maka ketika membaca famlet Gus Mus mau mengisi cerama di Batang-Batang, tepatnya di Miftahul Ulum, saya pun datang untuk mendengar wejangan-wenangan beliau. Sebab bagi saya beliau disamping menjadi pengurus NU, beliau juga penyair. Kiai dan Penyair. Continue reading “Gus Mus di Batang-Batang, Sumenep”

Seniman Organik: Sebuah Upaya Penyadaran

Matroni Muserang *
Radar Madura, 23 Sep 2018

“Orang yang tidak mampu menikmati merdunya suara dan indahnya notasi musik, maka adanya sama dengan tidak ada, sekali pun hidup, ia mati adanya”.

Rangkaian kata yang dilantunkan oleh Syaikh Imam al-Ghazali dalam kitabnya al-Hikmah fi Makhuqatillah sebagai pembuka tulisan saya yang ingin menanggapi tulisan Syah A. Lathif di Jawa Pos Radar Madura pada hari Minggu 2 September 2018 “dari ladang jagung; mencari Praktik seni Penyadaran” membuat pikiran gelisah dan risau akan eksistensi seni yang “ada” di tanah Sumenep. Continue reading “Seniman Organik: Sebuah Upaya Penyadaran”

Puasa dan Puisi

Matroni Muserang *
Radar Madura, 14 Mei 2019

Kita berpuisi tujuannya untuk apa? Apakah kita mau menjadi orang yang ahli puisi atau orang yang paham tentang puisi?. Kalau kita mau menjadi pengarang puisi berarti kita harus mampu menciptakan ide sendiri, pemahaman sendiri, memikirkan sendiri, refleksi sendiri, berkreasi sendiri, bernalar sendiri, memproduksi ide sendiri itu ahli puisi. tapi kalau kita mau menjadi ahli puisi, berarti kita harus belajar apa itu puisi, siapa tokohya, tokoh A pikirannya apa, tokoh B pikirannnya bagaimana, ini penyair islam atai penyair barat? Kalau barat pikirannya gimana dan seterusnya. Continue reading “Puasa dan Puisi”

Ziarah Lingkungan: Sebuah Ziarah Kebangsaan

Matroni Muserang *
Radar Madura/ 2019/3/4

Bangsa yang besar adalah yang bangsa yang mampu menghidupkan tanah dan jiwanya. Untuk menghidupkan itulah kita membutuhkan perangkat penghidup. Perangkat itulah bernama ilmu dan pengetahuan. Untuk mendapatkan Ilmu manusia harus belajar dan membaca. Untuk mendapatkan pengetahuan manusia harus hijrah dan ziarah. Namun untuk menghidupkan tanah Indonesia yang sangat subur itu tidak mudah, membutuhkan manusia yang memiliki kesadaran yang tinggi. Manusia yang hanya memiliki kepentingan kemanusiaan dan ke-alam-an. Continue reading “Ziarah Lingkungan: Sebuah Ziarah Kebangsaan”

Bahasa »