LORONG WAKTU; Melihat Sisi-sisi “DEFERENSI” Iksan Brekele*

M.D. Atmaja**

“Sebagai benih yang kau tabur demikian pula akan kau petik buahnya” (Samyutta Nikaya).

Tanpa untuk menisbatkan mengenai sesuatu apa pun, saya memang sengaja menggunakan kalimat bijak Nikaya di atas untuk mengawali tulisan ini, yang berusaha untuk membawa petuah itu menjadi penjelasan singkat atas sebuah perjalanan manusia dalam mencapai titik-titik kehidupan manusia yang bertingkat (tingkatan di sini bukan kelas sosial). Continue reading “LORONG WAKTU; Melihat Sisi-sisi “DEFERENSI” Iksan Brekele*”

Puncak Resah yang Menyelamatkan

M.D. Atmaja

Problematika hidup manusia memiliki ruang yang teramat komplek, mulai dari hal yang terkecil sampai hal yang besar. Layaknya sungai yang mengalir, terkadang berarus deras yang menghanyutkan, dan terkadang bergemericik menggelikan. Komplekitas akan masalah kehidupan ini sebenarnya sebatas pada bumbu penyegar agar hidup tidak membosankan. Kalau tidak ada masalah, hidup manusia terkesan datar dan tidak menggairahkan. Continue reading “Puncak Resah yang Menyelamatkan”

MUSIK-TARIAN KEABADIAN; EKSTASE DIMABUK CINTA

M.D. Atmaja

PENGANTAR

Cinta sebagai sesuatu yang lumrah dalam kehidupan manusia, yang di dalamnya dipenuhi dengan puja-puji atas sesuatu yang dicintai. Hidup yang dipenuhi dengan rasa cinta, membuat kehidupan menjadi lebih indah dan bermakna. Cinta yang menjadikan hidup indah, dan indah di sini tidak mengacu pada keindahan materi, melainkan lebih pada pengaruh dari keindahan rasa yang menentukan eksistensi dari dunia materi. Menurut saya, cinta itu jauh dari apa yang namanya nilai badaniah, karena cinta bersifat ruh yang suci dan membawa manusia pada jalan terang yang memabukkan. Continue reading “MUSIK-TARIAN KEABADIAN; EKSTASE DIMABUK CINTA”

Heh, Ada Apa dengan Petani???

M.D. Atmaja

Manusia memang manusia yang dari kata “menungso” (bahasa Jawa) yang artinya “menus-menus ngongso” atau manusia-manusia yang keinginannya banyak. Karena saking banyaknya itulah dikatakan sebagai “ngongso”. dalam perjalanan hidup, saya menemui suatu pengalaman yang cukup menarik. Perihal menjadi petani, yang konon, saat ini sudah berkurang jumlahnya karena berbagai macam faktor. Di antaranya, lahan pertanian sudah menyempit dan hidup menjadi petani tidak menguntungkan. Akantetapi, dari dua faktor utama tersebut, faktor kedua yang paling mempengaruhi berkurangnya kaum tani. Continue reading “Heh, Ada Apa dengan Petani???”

SEKUNTUM BUNGA REVOLUSI; DALAM SUATU PENCARIAN

M.D. Atmaja

PENGANTAR

Seluruh dari kita, pastinya sepakat kalau saya mengatakan kehidupan manusia ini selayaknya perjalanan dari suatu tempat menuju suatu tempat yang lain. Dalam perjalanan itu, kita akan menemukan berbagai persoalan, entah persoalan yang menyenangkan maupun yang tidak kita senangi. Pun, selayaknya dalam perjalanan juga, dapat dipastikan kita melewati suatu jalan yang kita pilih. Terdengar menyenangkan saat membayangkan keadaan ini, berjalan dalam suatu perjalanan yang kita ingini, di jalan sendiri yang kita pilih, dengan menggunakan kendaraan yang dipilih juga sendiri kemudian diusahakan, demi menuju ke suatu tempat juga yang sudah kita tentukan. Continue reading “SEKUNTUM BUNGA REVOLUSI; DALAM SUATU PENCARIAN”

Bahasa »