Nyaris Tak Terdengar

M.D. Atmaja

Kemajuan gerak peradaban manusia, membawa pada kompleksitas nilai kehidupan, yang diantaranya semakin meluasnya pergaulan antara manusia. Pergaulan yang luas, dari berbagai macam suku bangsa, salah satu faktor yang menyebabkan suatu komunikasi budaya, yang memunculkan gejala mondial dan pluralisme. Continue reading “Nyaris Tak Terdengar”

“Nyai”nya Pramoedya Ananta Toer

M.D. Atmaja

Pramoedya Ananta Toer (PAT), seorang penulis legendaris yang menjalani kehidupan dalam perjalanan panjang dan berat, serta perjuangan yang berat juga. Dia memikul tanggung jawab sebagai agen pembeber realitas sejarah masyarakatnya. Hal ini dapat saja kita tilik, dari pandangan kepenulisan PAT yang berlandaskan pada Realisme Sosialis, yang dalam pandangan Gorki: “bahwa setiap orang harus mengetahui sejarahnya”, sehingga peran untuk mengungkapkan realitas sejarah dipikul sastrawan Realisme Sosialis. Continue reading ““Nyai”nya Pramoedya Ananta Toer”

Hukum-hukum Pecinta: Nasehat Penyair untuk Diri

M.D. Atmaja

Pengantar

Nurel Javissyarqi dengan salah satu karyanya Kitab Para Malaikat, memang layak untuk mendapatkan kehormatan sebagai penyair paling mengispirasi itu. Tulisan ini tidak untuk mengukuhkan pendapat tersebut, namun sekedar menggelar tumpukan simbol yang ada di dalam surat Hukum-hukum Pecinta, buku Kitab Para Malaikat atau KPM (2007: 11-17). Melalui berbagai macam keterbatasan yang saya miliki, susah payah, sampai konon yang empunya KPM mencurigai niatan mengupas dari surat ke surat yang jumlahnya dua puluh surat ditambah satu mukadimah. Continue reading “Hukum-hukum Pecinta: Nasehat Penyair untuk Diri”

EMPUKU, PEREMPUANKU

M.D. Atmaja

Dituliskan untuk Soviana D. Saputri Atmaja dan Almarhum Eka Kartikakunang Atmaja (Eka Kartikawanti, 28 April 1985 – 27 Mei 2006)

Pengantar

Persembahan di atas, mungkin terkesan membenjol dalam kejanggalan yang tidak logis. Saya secara pribadi menyarankan untuk tidak perlu dihiraukan. Akantetapi, kalau saya boleh menyarankan kembali, sebelum membaca tulisan ini sampai tuntas, saya mengajak hadirin pembaca untuk sejenak melepaskan ego sebagai lelaki dan (atau) ego sebagai pribadi perempuan. Continue reading “EMPUKU, PEREMPUANKU”

Soal Nama Pengarang; Imamuddin SA, Pringadi AS, M.D. Atmaja

Nurel Javissyarqi *

Dulu, semasa merasakan atmosfir dunia kepenulisan di Jogja, sebuah nama kepengarangan seseorang kerap membentuk diskusi tersendiri di sela-sela proses kreatif. Kadang menjadi ajang olok-olokan sampai tataran realitas nasib hingga ke alam klenik di balik sebutan tersebut. Seminimal kami lakukan bersama pengarang Iman Budhi Santosa, K.R.T. Suryanto Sastroatmodjo, Hamdy Salad, Mathori A Elwa, Joni Ariadinata, Abdul Wachid B.S., Amien Wangsitalaja, Continue reading “Soal Nama Pengarang; Imamuddin SA, Pringadi AS, M.D. Atmaja”

Bahasa »