Nae

Miftah Fadhli
http://www.surabayapost.co.id/

Gerimis itu akhirnya datang juga. Gemilat kilat memancar di langit hitam. Sesaat, pandanganku terpaku pada sosok bayangan yang berkelebat di seberang sana. Menjadi tidak jelas karena interval gerimis yang rapat.

Perlahan ia membuka kaosnya. Kaos putih yang kulihat paling terang sore tadi. Aku bisa melihat gerak meliuk rambutnya yang sengaja dikibas-kibas. Tubuhnya pecah-pecah sebab kaca jendela keruh akibat gerimis yang telah berubah jadi hujan deras. Baca selengkapnya “Nae”

Pengantin Sukanti

Miftah Fadhli
http://www.hariansumutpos.com/

Lihatlah Sukanti. Wajahnya keriput. Kematian telah luput menjamahinya. Di hari yang basah?dan selalu basah?ini, ia termenung di tepi kolam buatan Sugandi. Dulu, ketika masa muda masih mereka reguk, mereka kerap bermain cinta di sini. Melihat ikan-ikan koi yang hilir mudik menampakkan punggung mereka yang berwarna-warni. Sukanti dan Sugandi bisa saling bermain puisi sambil mengecipakkan air ke wajah masing-masing. Sungguh romantis! Baca selengkapnya “Pengantin Sukanti”

Lipstik di Bawah Guyuran Hujan

Miftah Fadhli
http://www.lampungpost.com/

SEPULUH tahun silam dia pernah di sini, bersama seorang lelaki. Lelaki yang menyapu wajahnya yang basah kuyup karena hujan. Dengan takzim lelaki itu berucap, “Kita akan bertemu lagi di sini, sepuluh tahun lagi.”

Maka sepuluh tahun kemudian, tepatnya hari ini, perempuan itu duduk lagi di sini. Di hari yang sama. Di hujan yang juga sama: bergedebum, membawa gigil dingin. Baca selengkapnya “Lipstik di Bawah Guyuran Hujan”