Mahasiswa, Demonstran Seksi

Misbahus Surur
http://indonimut.blogspot.com/

Tonggak sejarah berdirinya republik ini tak bisa dilepaskan begitu saja dari peran mahasiswa di dalamnya. Perlawanan terhadap kolonialisme setelah tahun 1900-an banyak dipelopori oleh gerakan kaum muda (baca: mahasiswa). Lahirnya Boedi Oetomo (1908), sebagai pelopor perjuangan bangsa ini dalam melawan kolonialisme juga di dominasi oleh kaum muda. Boedi Oetomo menjadi tempat persemaian bibit-bibit pergerakan nasional. Dengan watak perjuangan yang terorganisir kaum muda ingin meninggalkan model perjuangan lama, yakni sebelum tahun 1900 yang masih bersifat kedaerahan. Semenjak diterapkannya sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) yang menyebabkan penindasan dan eksploitasi kekayaan negeri ini, gelagat perjuangan kaum muda mulai berkobar. Continue reading “Mahasiswa, Demonstran Seksi”

Modernitas yang Dilecut Kartini

Misbahus Surur*
http://www.lampungpost.com/

KARTINI lahir dan besar dalam lingkup keluarga ningrat Jawa yang feodalis. Alur hidupnya dikerubungi tarikan norma serta konvensi yang sering eksploitatif, terutama pada persoalan gender. Hampir-hampir perempuan tak punya andil, lebih lagi nyali untuk menyibak jalur terang sendiri.

Perempuan kerap dijerat patriarki, dicengkram hegemoni lelaki. Perempuan di zaman itu, kata Siti Soemandari Soeroto dalam Kartini; Sebuah Biografi (Gunung Agung: 1982) karena akar dan konstruk budaya, sangat bergantung sepenuhnya pada nafkah suami, dengan dalih takut dicerai dan sejenisnya. Continue reading “Modernitas yang Dilecut Kartini”

Menuju Kematian yang Puitis

Misbahus Surur*
http://www.lampungpost.com/

Manusia jamaknya memang selalu merasa alergi saat berhadapan dengan ihwal kematian. Seolah kematian terus-menerus mengeram dalam ceruk kekhawatiran.

KEDATANGAN maut adalah ujung bagi waktu yang membeku, juga seperti lupa yang merenggut ingatan kita. Maut menderu-deru seperti angin, menjerit di pori-pori nyawa. Berburu waktu dengan manusia, meski akhirnya ia menyeringai di depan dengan genggaman temali kepastian. Maut bagai kutukan yang merangsek ke dalam hidup, berselubung misteri dan teka-teki. Continue reading “Menuju Kematian yang Puitis”

Menegasikan Renaissance di Eropa

Judul Buku :1434; Saat Armada Besar China Berlayar ke Italia dan Mengobarkan Renaisans
Judul Asli : 1434; The Year a Magnificent Chinese Fleet Sailed to Italy and Ignited the Renaissance
Penulis :Gavin Menzies
Penerjemah :Kunti Saptoworini
Editor :Indi Aunullah
Penerbit :Pustaka Alvabet, Tangerang
Cetakan : I, 2009
Tebal : xvii + 430 hlm
Peresensi: Misbahus Surur*
http://soeroer.blogspot.com/ Continue reading “Menegasikan Renaissance di Eropa”

Bahasa ยป