PUISI: Melayat Kemanusiaan Kita

Muhammad Rain *

Puisi dapat dinikmati dengan beragam cara. Ada dua cara di antara ragam penikmatan dan pemahaman puisi sebagai benar satu (kita tak mau salah) karya sastra sebagaimana yang disampaikan oleh M. Saleh Saad dalam Prasaran Catatan Kecil Sekitar Penelitian Kesusastraan miliknya yang dimuat dalam buku Bahasa dan Kesusastraan Indonesia sebagai Cermin Manusia Indonesia Baru (Ali, ed., 1967: 111 – 27; 128 – 51). Continue reading “PUISI: Melayat Kemanusiaan Kita”

PAKAIAN BAHASA

Muhammad Rain *

Di antara banyaknya pengguna kata dalam dunia sastra puisi, pakaian kata tentu berganti-ganti dipakai oleh penyairnya. Tuntutan adanya variasi akibat keseringan menggunakan kata yang sama disokong oleh pengaruh yang ingin menjembatani penulis puisi (penyair kata-kata) agar bahasa yang diramunya dapat terus terasa segar saat dibaca. Harapan puisi dapat mengalir seiring berkembangnya mode kata-kata selalu ada di setiap even penulisan. Continue reading “PAKAIAN BAHASA”

MEMBACA NUREL JAVISSYARQI

Muhammad Rain *

Membicarakan kesusastraan sepertinya semua penulis puisi akan suka dan tertarik, nyaris tanpa embel-embel ngarep. Ngarep nama-namanya disebut dalam kupasan selentingan bidang sastra itu. Termasuk pula sahabat baruku Si Nurel ini, saya pikir beliau tak ada sedikitpun niat ngarep disebut-sebut namanya dari mulut kata Muhrain. “Si” yang saya maksud sebab saya merasa sok akrab saja, begitu. Continue reading “MEMBACA NUREL JAVISSYARQI”

HUJAN HANYA TURUN SEBENTAR

Muhammad Rain

Hujan tinggal tetesan di bawah seng, mengetuk-ngetuk tanah penampungnya, terkena benda-benda yang mudah membuat bunyi makin nyaring. Iramanya bagai kesendirian seseorang di tengah malam. Menandakan kehadiran perulangan kehidupan. Air langit itu menyentuh perasaan rasa sunyi, seolah turut membasuh keringnya perasaan rindu seseorang tersebut. Rindu yang dirasakan tepat pada waktunya. Continue reading “HUJAN HANYA TURUN SEBENTAR”

BERKESENIAN HANYA DENGAN KATA-KATA

Muhammad Rain *

Kurun waktu kini, banyak hal yang menggelisahkan kehidupan kita, harga cabai, sesaknya antrian BBM subsidi, ketakutan ledakan kompor gas, kegelisahan yang kadang tanpa kita sadari seperti api dalam sekam. Saat seperti ini puisi lahir sebagai salah satu alat, kreasi dan cara berkesenian yang hanya mengandalkan kata-kata. Menarik memang menanggapi banyak soal yang muncul justru hanya lewat kata-kata. Peristiwa sehari-haripun tak luput dicerita-kisahkan dalam karya sastra jenis ini. Continue reading “BERKESENIAN HANYA DENGAN KATA-KATA”