Munawir Aziz *
Kompas, 31 Juli 2010
DALAM sejarahnya, relasi intelektual dengan kekuasaan sering kali memberi kabar getir. Masa depan intelektual Indonesia–sebagaimana masa lalunya—belum bisa luput dari kekangan kuasa. Kisah-kisah intelektual sebagai penghamba kuasa melebihi apa yang disebut Gramsci sebagai intelektual organik. Kaum intelektual asketis sering terpojok ketika rombongan intelektual selebriti hadir dalam genggaman citra dan godaan kuasa. Continue reading “Kekuasaan: Adab Pesisir dalam Kuasa Pedalaman”

