Bagian 23: Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia

(kupasan kedua dari paragraf lima dan enam, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)
Nurel Javissyarqi

Saya tidak tahu, wallahualam bissawab. Setelah diperjalankan dari Lamongan ke Jombang, Kediri, lalu berhenti di dataran bumi Reog Ponorogo, saya lanjutkan kini. Kenapa disebut ‘diperjalankan?’ Lantaran langkah kaki ini kehendaknya damai di tanah kelahiran, tapi air hayati menghempaskannya. Continue reading “Bagian 23: Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia”

KOMPLEKSITAS PROBLEMATIKA KEHIDUPAN DALAM APRESIASI DAN SOLUSI

Senarai pemikiran Sutejo

Judul Buku: Senarai Pemikiran Sutejo (Menyisir Untaian Kata, Menemukan Dawai Makna)
Penulis: Sutejo
Prolog: Prof Dr Soediro Satoto
Epilog: Nurel Javissyarqi
Penyusun: Masuki M. Astro dan Nurel Javissyarqi
Penerbit: Spectrum Center Press dan Pustaka Felica
Halaman: xvi + 922; 15 cm x 23 cm
ISBN: 978-6021-96-100-1
Tahun: Cetakan I, Januari 2013
Peresensi: Imamuddin SA Continue reading “KOMPLEKSITAS PROBLEMATIKA KEHIDUPAN DALAM APRESIASI DAN SOLUSI”

Membaca ‘kedangkalan’ logika Dr. Ignas Kleden?

Bagian 22: Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia
(kupasan pertama dari paragraf lima dan enam, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)
Nurel Javissyarqi

I
Siapa saja bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi marah kepada orang yang tepat, dengan derajat kemarahan yang tepat, pada saat yang tepat, untuk tujuan yang tepat, dengan cara yang tepat, ini tidak mudah.  (Aristoteles, 384-322 SM). Continue reading “Membaca ‘kedangkalan’ logika Dr. Ignas Kleden?”

Membo-membo Jadi Iblis di Kediri *

: Membaca Buku ‘Sekumpulan Sajak Pesantren’ bertitel “Jadzab”
Nurel Javissyarqi **

Dua tahun lalu pertengahan Ramadhan saya ke sini, tepatnya mengikuti kawan-kawan Kutub (para santrinya almarhum Gus Zainal Arifin Thoha); Muhammadun AS, Salman Rusydie Anwar, A. Yusrianto Elga, di antaranya agak lupa siapa saja pengisi pelatihan kepenulisan di Lirboyo, setelah itu ziarah ke makam Gus Zainal. Mungkin sepuluh tahun lampau saya di sini sekadar ngopi, seperti ke pesantren lain menikmati alam damainya. Continue reading “Membo-membo Jadi Iblis di Kediri *”

Membaca ‘kedangkalan’ logika Dr. Ignas Kleden?

(bagian XIX kupasan kelima dari paragraf tiga dan empat)
Nurel Javissyarqi

Bismillahi-rahmani-rahim…
“Dunia pelajaran, ilmu pengetahuan, tidak mengenal perbedaan golongan-golongan tinggi-rendah, atau kaya-miskin.” (Confucius)

Bagian ini dan seterusnya, dapat dibilang mengalami pergeseran besar-besaran dari bebagian lalu. Meski tetap mendedah paragraf IK, namun porsinya hanya sampiran. Continue reading “Membaca ‘kedangkalan’ logika Dr. Ignas Kleden?”

Bahasa »