Nurel Javissyarqi *
Jangan melihatku, sebab ketika kau mengedipkan mata. Kau sudah terbawa ke alamku,… kuburan.
Jika diri ini kusejajarkan dengan tokoh-tokoh semisal Pramoedya Ananta Toer, Yukio Mishima pun lainnya, dapatlah dibilang terlalu. Namun bolehlah kusebut sisi kesamaan yang menyebar ke sebagian orang, sebelum dan sesudah penyampaian kini terlayarkan. Continue reading “TAK ADA BAKAT, HANYA SEPERCIK DENDAM”

