André Chénier (1762-1794)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=333

André Chénier (1762-1794) penyair Prancis, lahir di Konstantinopel, dan mati atas giyotin (kapak gantung) di Paris, sewaktu api revolusi hebat mengamuk. Seperti Ronsard, banyak mencaplok pujangga-pujangga Romawi, serta Yunani Purba. Walau demikian bahasanya kukuh, sangat lincah bersemangat, yang berasal dari fantasi menyala dalam kancah revolusi, hingga dipandang pelopor jaman romantik Prancis. Chénier juga menggubah sajak neo klasik, satire pun puisi berfalsafah ilmu pengetahuan di jamannya. Sajak-sajaknya paling terkenal, pula penghabisan ialah Le Jeune Captive, tentang seorang yang sama terpenjara denganya. Continue reading “André Chénier (1762-1794)”

1927, Tagore dan Pablo Neruda bertemu di Jawa

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=328

Puisi bertitel Kepada Tanah Jawa, bukti Rabindranath Tagore (7 Mei 1861 – 7 Agus 1941) pada tahun 1927, di usianya ke 66, selepas jauh mendapatkan Nobel Sastra 1913, dirinya berada di bencah tanah Jawa.

Halaman 357, tepatnya sub judul, Hubungan Kita dengan Rabindranath Tagore. Ki Hadjar Dewantara dalam bukunya, bagian II A: Kebudayaan (terbitan Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1967), berkata, bahwa pada tahun 1927, Sang Pujangga Rabindranath Tagore berkunjung ke perguruan Mataram Jogjakarya. Continue reading “1927, Tagore dan Pablo Neruda bertemu di Jawa”

Santa Teresa (1515-1582)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=323

Santa Teresa (1515 – 1582), penyair wanita Spanyol yang cenderung mistik (seorang rahib biara Karmelit) keturunan bangsawan, namun penuh perhatian terhadap kesengsaraan masyarakatnya. Diumumkan sebagai seorang keramat tahun 1622 oleh Paus Urbanus VII. Bauhpenanya bersifat langsung keluar dari dasar kalbu, bahasa dipergunakannya pergaulan penduduk Kastilia Lama. Continue reading “Santa Teresa (1515-1582)”

Bahasa »