PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (9)

: PEMBABAKAN SEJARAH SASTRA INDONESIA

Djoko Saryono

Sastra Baru Indonesia I dan II (SBI) karya A. Teeuw mengklasifikasikan babakan sejarah dan angkatan sastra Indonesia berdasarkan peristiwa sosial politik, yang mempengaruhi perkembangan budaya, bahasa, dan sastra. Oleh Teeuw sejarah sastra Indonesia dipilah menjadi babakan sejarah dan angkatan sastra (i) sebelum perang, dan (ii) sesudah perang, (iii) tahun 1955 sampai dengan tahun 1965, dan (iv) sesudah tahun 1965. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (9)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (8)

: PEMBABAKAN SEJARAH SASTRA INDONESIA

Djoko Saryono

Dalam Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia (ISSI), Ajip Rosidi membuat pembabakan sejarah dan angkatan sastra Indonesia berbeda dengan Zuber Usman dalam KBI dan Bakri Siregar dalam SSIM. Meskipun demikian, isinya tidak dapat dikatakan sangat berbeda, maksudnya isinya atau bahannya ada kemiripan dengan pembabakan sejarah dan angkatan sastra dalam KBI dan SSIM. Dalam hubungan ini, Ajip dalam ISSI tidak menggunakan istilah angkatan atau generasi, melainkan period yang lebih didasarkan atas satuan waktu, bukan nama peristiwa kesastraan dan kebudayaan. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (8)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (7)

: PEMBABAKAN SEJARAH SASTRA INDONESIA

Djoko Saryono

Bakri Siregar dalam Sedjarah Sastra Indonesia Modern (SSIM) (1964) mengemukakan pembabakan waktu dan angkatan sedikit berbeda dengan KBI. Dalam SSIM, pembabakan dan angkatan sastra Indonesia diklasifikasikan berdasarkan kesadaran nasional sesuai dengan kelahiran sastra Indonesia yang didorong oleh kesadaran nasional. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (7)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (6)

: PEMBABAKAN SEJARAH SASTRA INDONESIA

Djoko Saryono

Perbincangan dan penulisan sejarah sastra Indonesia selalu riuh rendah dengan persoalan pembabakan sejarah dan babakan sejarah sastra Indonesia: tak putus dirundung pergumulan periodisasi dan periode sejarah sastra Indonesia. Pembabakan sejarah sastra Indonesia di sini mencakup penentuan dan penetapan waktu ( selanjutnya disebut periodisasi) dan angkatan (selanjutnya disebut generasi) sastra Indonesia. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (6)”

Bahasa ยป