PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (14)

: Sosok Historiografi Sastra Indonesi

Djoko Saryono

Sudah tiga belas esai penulisan sejarah sastra saya tuliskan. Selain aspek-aspek teoretis, ketiga belas esai itu mencoba menelaah secara aspektual enam historiografi sastra Indonesia yang berpengaruh baik di kalangan sastra dan pembaca sastra maupun kalangan pendidikan. Bisa dikatakan enam historiografi itu menjadi panutan banyak pihak. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (14)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (13)

: Jangkauan Sejarah Sastra Indonesia

Djoko Saryono

Jangkauan sejarah (waktu dan isi) sastra Indonesia dalam Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia (ISSI) karya Ajip Rosidi berbeda dengan KBI dan SSIM. Dalam ISSI jangkauan waktu sejarah sastra Indonesia lebih panjang dan lama. Namun, jangkauan isi (bahan) sejarah sastra Indonesia relatif lebih sempit dan terbatas dibandingkan dengan SSIM walaupun dapat dikatakan relatif lebih luas dan banyak dibandingkan dengan KBI. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (13)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (12)

: Jangkauan Sejarah Sastra Indonesia

Djoko Saryono

Jangkauan sejarah sastra Indonesia akan menentukan ruang lingkup sejarah (umum) sastra Indonesia. Jangkauan sejarah sastra ini berkaitan dengan rentangan waktu dan isi yang dimasukkan atau diliput sebagai bahan sejarah sastra Indonesia. Rentangan waktu di sini berhubungan dengan pertanyaan sejauh manakah waktu yang diliput sebagai bahan sejarah sastra Indonesia; sedangkan rentangan isi di sini berhubungan dengan pertanyaan seberapa luas, banyak, dan dalam isi yang diliput sebagai bahan sejarah sastra Indonesia. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (12)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (11)

: PENDEKATAN PENULISAN SEJARAH

Djoko Saryono

Setiap penulisan sejarah sastra Indonesia menggunakan pendekatan tertentu sebagai sudut pemandangan dan dimensi perhatian atas bahan-bahan sejarah sasta meskipun tidak dikemukakan secara eksplisit. Dalam hubungan inilah setiap historiografi bisa ditelaah pendekatannya dengan memperhatikan historiografi itu sendiri, bukan penjelasan penulisannya. Bagaimanakah pendekatan keenam historiografi yang telah kita bicarakan sebelumnya? Mari kita menelusuri pendekatan penulisan sejarah sastra Indonesia yang terdapat dalam KBI, SSIM, ISSI, SBI I, SBI II, dan LSIM. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (11)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (10)

: PEMBABAKAN SEJARAH SASTRA INDONESIA

Djoko Saryono

Jakob Sumardjo dalam Lintasan Sastra Indonesia Modern I (LSIM) mengklasifikasikan babakan sejarah dan angkatan sastra Indonesia berbeda dengan Zuber Usman dalam KBI, Bakri Siregar dalam SSIM, Ajip Rosidi dalam ISSI, dan Teeuw dalam SBI. Dalam LSIM, Jakob Sumardjo mengklasifikasikan sastra Indonesia menjadi enam babakan sejarah dan angkatan sastra. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (10)”

Bahasa ยป