Membangun Kultur Sekolah melalui Profesionalitas Guru

Agus Prasmono *

Apakah betul, guru sebagai pembangun kultur sekolah? Di sini perlu diingatkan kembali, untuk mereposisi guru sebagai figur dan agen perubahan sosial (agent of social change) di masyarakat. Gurulah motor penggerak perubahan di sekolah. Apakah yang lain tidak perlu mengadakan perubahan. Tentu jawabnya bukan begitu. Adakah di dunia ini yang abadi? Semuanya mengalami perubahan, yang kekal hanyalah perubahan itu sendiri. Continue reading “Membangun Kultur Sekolah melalui Profesionalitas Guru”

Tak Hanya Belajar Mengejar Angka

Tiyasa Jati Pramono *

Pemerintah mengisyaratkan untuk menaikkan standar kelulusan Ujian Nasional (UN) di tahun ajaran 2008/2009 yang akan mencapai angka enam. Harian Media Indonesia edisi 7 Agustus 2006 menurunkan pernyataan Kepala Biro kerja sama luar negeri Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Gatot Hari Priowirjanto, mengatakan bahwa nilai kelulusan itu akan ditawarkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bertajuk Revitalisasi Pendidikan Nasional, yang melibatkan 46 pakar pendidikan di Indonesia. Continue reading “Tak Hanya Belajar Mengejar Angka”

Kontribusi Sastrawan bagi Pendidikan Bangsa

Taufiq Ismail *
suaraleuserantara.com 12 Juli 2013

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang sering melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, punya kebiasaan membelikan buku untuk diberikan sebagai oleh-oleh kepada rekan-rekannya di kabinet. Ini cerita awal tahun 1990-an. Dia lebih mengutamakan menghadiahkan karya sastra, misalnya novel-novel pemenang Nobel. Karena Anwar acap kali berkunjung ke Jakarta dan selalu mampir ke toko buku memborong, maka banyak karya sastra Indonesia jadi oleh-olehnya, misalnya novel Budi Darma Olenka, Continue reading “Kontribusi Sastrawan bagi Pendidikan Bangsa”

Merumuskan Visi Baru Pendidikan Islam

Imadi Daimah Ermasuri *
lampungpost.com

SEIRING perkembangan zaman dan kompleksnya persoalan, dunia pendidikan agama Islam dituntut membuat strategi ampuh untuk menjawab berbagai tantangan.

Oleh karena itu, menjadi sebuah keniscayaan bagi pemerintah untuk merumuskan kembali visi dan strategi perencanaan bagi masa depan pendidikan Islam secara nasional. Kenyataan ini perlu dicermati dari gambaran umum tentang mutu pendidikan Islam yang belum memenuhi harapan sebagai benteng moral bangsa. Continue reading “Merumuskan Visi Baru Pendidikan Islam”

Kebudayaan, Pendidikan, Persekolahan

Daoed Joesoef *
majalah.tempointeraktif.com

TANGGAL 2 Mei sudah diresmikan oleh pemerintah sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ia diambil dari tanggal kelahiran pejuang kemerdekaan dan perintis pembangunan pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara. Namun, sementara memegang moto didaktis dari Ki Hadjar, pemerintah, terutama yang berkuasa di era reformasi, makin mengabaikan asas-asas dasar pendidikan nasional yang dia kembangkan yang sesungguhnya masih relevan. Continue reading “Kebudayaan, Pendidikan, Persekolahan”

Bahasa ยป