KETIKA AKU MESIN (II)

Budhi Setyawan
(lanjutan dr tulisan AKU MENUJU MESIN)

Kini aku telah mesin. Semakin banyak yang meluaskan decak melimpahkan kagum. Asa baru yang terus membukit menggunung akan sebuah mitos kemajuan. Segala mewujud dalam benda yang tampak, bisa diraba mata dunia. Gedung, jalanan, industri, pagar, rumah, danau, laut, sungai, tempat ibadah, sekolah, pakaian, dan rupa-rupa bentuk penampakan lainnya, mesti bagus menuju bias, cantik menuju carut, anggun menuju angkuh! Continue reading “KETIKA AKU MESIN (II)”

AKU MENUJU MESIN (I)

Budhi Setyawan
http://budhisetyawan.wordpress.com/

Pada sekeping pagi yang keras, aku masih malas beranjak dari ranjang yang terbuat dari berontak kata. Kuhampiri sebutir mimpi yang kurus kedinginan, aku elus dan usap. Dia yang menyimpan segala suara-suara dalam pelepah dan ranting silam. Cicit anak ayam kicau burung kokok ayam jantan embik kambing serta interlude nada dari jengkerik dan belalang yang membalut orkestra sunyi. Aku ciumi, aku peluk, dekap dan kududukkan di kursi lampau, sambil kutitipkan sejengkal jangkau. Continue reading “AKU MENUJU MESIN (I)”

PELATARAN BUDI

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Masa telah makin memanjang, semenjak manusia gemar berakrab dengan binatang. Sepertinya torehan di dada pengembara, jika aku menyentil soal ini. Karena manusia acapkali harus berkiprah tentang muara-muara keberuntungannya, sebelum dia secara telanjang mengetuk pintu dapur rumahnya sendiri, untuk berhutang garam sesendok. Continue reading “PELATARAN BUDI”

Bahasa ยป