Sedemikian besarnya dan tulusnya kekuatan yang tersimpan pada rambatan yang baik – sedemikian besar dan kokohnya kemapanan yang tampil itu, sehingga daya-rebut dan daya-senggut yang tiba sebagai kepemilikan pribadi. Jikalau manusia menjadi sebagian dari kerahasiaan sendiri, selanjutnya meruntuhkan nafsu-nafsu sebagai ‘kuakan fitri’-nya, maka selanjutnya tiada lagi dapat dibongkotkan, bila kita menjadi sergapan yang benar, kapankah lagi dapat ditukik dan ditohok dari sumbernilai! Continue reading “SENANDUNG BUKIT PUALAM”
TAMBUR TAFFAKUR
KRT. Suryanto Sastroatmodjo
Demikianlah pada mulanya, bahwa tatapan mata yang mengurai kesemestaan adalah telah lebih jauh melewati rimba larangan, dan selanjutnya tanpa dihantui siapapun, meneruskan perlintasan ke arah barat. Kita mengunci bisik-dingin sang bayu, di kala ketukan-ketukan yang menghampir sudah teramat berderap dan kemudian menderu, semirip dengan taufan pada kemarau garang. Continue reading “TAMBUR TAFFAKUR”
DARI UJUNG KE UJUNG
Tak bisa diduga, berapa lama dia berada di ujung jalan. Andaikata terdapat seseorang yang menyapa, apa yang harus dikatakannya? Andaikata terdapat seseorang yang menduga, haruskah dia selonjorkan menit-menit yang berharga, buat secuap jawab tanpa makna? Namun demikian, pada hari yang penuh berlumur gula, sepatutnya dia kembali meraih penunjuk jalan yang mengarahkan orang pada jalur yang tepat – di kala segalanya masih remang dalam rabaan. Continue reading “DARI UJUNG KE UJUNG”
MENGUAK TABIR PUJANGGA RABINDRANATH TAGORE KE TANAH JAWA*
Saya persembahkan kepada Rabindranath Tagore, buyut Kasipah dan tanah Jawa
Nurel Javissyarqi**
http://pustakapujangga.com/?p=66
Prolog:
Di usianya yang ke 69 Bagus Burhan (nama kecil R. Ng. Ronggowarsito, 1802-1873), pujangga India Rabindranath Tagore dilahirkan dunia. Tepatnya di Joransko, jantung kota Kalkutta pada tanggal 6 Mei 1861. Sebagai putra keempat belas dari lima belas bersaudara, atas pasangan Maharishi Debendranath Tagore dan Sarada Devi. Atau 6 tahun setelah wafatnya Pangeran Diponegoro (1785-1855). Kakek buyut Rabindranath Tagore ialah penggerak Renaissans India, yang bernama Rommohan Roy. Continue reading “MENGUAK TABIR PUJANGGA RABINDRANATH TAGORE KE TANAH JAWA*”
SENYUM PUN BERKEMBANG
KRT. Suryanto Sastroatmodjo
Baik, baik, lebih baik kita simak lebih lanjut, apakah pikir dan kegelisahan yang mencucuk-cucuk dada itu masih meninggalkan bekas, ataukah sudah sirna sama sekali. Jikalau sulit untuk dihapus, lebih baik kita sendiri yang menyembunyikan ke balik baju kaos, baju-dalam, ataupun sesuatu yang tersembunyi di sini. Continue reading “SENYUM PUN BERKEMBANG”
