http://sastrakarta.multiply.com/
Rumah
aku berdiri di pinggir halamanmu
memungut daun jatuh dari pohon di sebelah;
bilamana dingin kemarau mengatupkan daun-daun
di depan rumah, lupakanlah kenanganku
seperti debu-debu itu basah tertimbun embun
terlindas jejak-jejak kering atas kembaramu
yang sepi yang sendiri. Continue reading “Puisi-Puisi Dadang Afriady”
