Puisi-Puisi Rio Fitra SY

http://www.korantempo.com/
LIMA UMPAMA

1.umpama air deras, tempat mula semua hanyut dan meneruskan genangan mencari jalan alir hingga tak ada arus yang tersangkut dikait kayu

2.umpama tongkat, tempat segala condong disanggah bersandar bagi bakal tumbang dan patah dari rebah yang akan menegakkan bunyi pecah

3.umpama cermin, tempat setiap malu menjadi retak setiap bayang memantulkan telanjang saat binatang menampakkan badan Continue reading “Puisi-Puisi Rio Fitra SY”

Puisi-Puisi Kurniawan Junaedhie

jurnalnasional.com

Keluarga Bahagia Ketika Hujan di Hari Minggu

Hujan di pagi hari menyebalkan. Aku menarik selimut sampai dagu. Tanganku kelu di bawah bantal. Istri dan anak-anak sudah mandi. Ke Mal, teriak mereka. Jendela tidak bohong. Kaca penuh embun. Selebihnya kabut. Aku menarik selimut sampai kepala. Tanganku berputar ke arah guling. Istri dan anak-anak sudah mandi. Ke Mal, teriak mereka. Aku menarik selimut menutup kepalaku. Gelap dalam selimut. Anak istriku ikut masuk ke dalam selimut. Istriku meninju guling. Anak-anak meninju mukaku. Aku tidak bohong. Kami keluarga bahagia. Continue reading “Puisi-Puisi Kurniawan Junaedhie”

Bahasa ยป