http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/
Joao Ruiz De Castelo Branco
Dewi, dengan sedih
Mataku pergi karena Anda, kasihku,
Anda tak pernah menatap mata
Yang lebih sedih dari siapapun. Continue reading “SYAIR PERGI SENDIRI*”
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/
Joao Ruiz De Castelo Branco
Dewi, dengan sedih
Mataku pergi karena Anda, kasihku,
Anda tak pernah menatap mata
Yang lebih sedih dari siapapun. Continue reading “SYAIR PERGI SENDIRI*”
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/
Dom Dinis
Wahai bunga, bunga pinus hijau,
tahukah engkau kabar kawanku
0h Tuhan, dimanakah dia?
Wahai bunga, bunga ranting hijau,
tahukah engkau kabar kekasihku?
Oh Tuhan, dimanakah gerangan dia? Continue reading “WAHAI BUNGA, BUNGA PINUS HIJAU*”
korantempo.com
APAKAH PUISI INI MEMBENCI (PUISI) HUJAN?
Jika pernah kita menangis karena puisi hujan yang ditulis para peratap-ditepikan-kesepian, maka sudah saatnya kini kita menertawakan kenangan itu, yang lucu dan menggemaskan.
Hujan itu daerah kekuasaan bocah dan remaja yang sudah beranjak dewasa mestilah merela masa kanak mereka beku di album atau pigura.
Ada dua kecuali: yang mati muda dan pedophilia. Continue reading “Puisi-Puisi M. Aan Mansyur”
http://sastrakarta.multiply.com/
Tanjung Tua 1856
aku cuma tanjung tua
pada seluruh abad yang diguncng mesiu
bila mampu menyebut nama
aku ingin fasih mendongeng kepada semua telinga
tentang asing serdadu yang haus menghirup rempahku Continue reading “Puisi-Puisi Thowaf Zuharon”
suarakarya-online.com
SOLO BALAPAN
– kepada ayahanda raditya putra
kita terpisah di stasiun ini
pemberhentian sejenak sebelum kita pastikan
melanjutkan perjalanan
aku tahu kamu pulang ke kebumen
menemui sanak famili, astri dan adik kandungmu yang baru belajar menghitung angka
dan sehampar ladang yang telah
memberimu keyakinan bahwa hidup adalah membalik tanah Continue reading “Puisi-Puisi Hudan Nur”