WAJAH PUISI
/Halaman Belakang/
Hujan lebat membenam sepenuh tanah pada pot-pot kembang. Aku meringkas seluruh peralatan yang berantakan. Engkau mendekat dan pantulan matamu mengeriap sebagaimana pualam. Continue reading “Dua Puisi Wahyu Hidayat”
WAJAH PUISI
/Halaman Belakang/
Hujan lebat membenam sepenuh tanah pada pot-pot kembang. Aku meringkas seluruh peralatan yang berantakan. Engkau mendekat dan pantulan matamu mengeriap sebagaimana pualam. Continue reading “Dua Puisi Wahyu Hidayat”
Taufiq Wr. Hidayat *
Ada puisi yang mengusung persegi sepi, keperihan, dan patah hati.
Ada ingatan,
wajah-wajah datang,
meleleh di sungai usia,
menghanyutkan sehelai hati manusia ke lautan kenangan. Continue reading “PUISI BAWANG MERAH DAN KOTA-KOTA YANG TERTAWAN”
Wahyu Hidayat *
/Ulang Tahun/
Aku menatap wajah ibu yang dibingkai album penuh debu
wajahnya lebih terang dari nyala lilin dan blitz kamera
tangan ibu menggenggam tanganku dari belakang
aku meniup lilin dan api padam setelah tiga kali tiupan Continue reading “ALBUM KENANGAN”
TAK ADA YANG LEBIH TEKUN KECUALI WAKTU
tak ada yang lebih tekun kecuali waktu
tak istirah bekerja mengukir wajah kalian
halus dan misterius, mungkin begitu
dan kalian tak sempat memperhatikan Continue reading “Puisi-Puisi Djoko Saryono”
ADUH!
Kilah tak kurangi keluh
masih terdengar suara gaduh,
bersilat lidah sampai berpeluh
saling teguh bersikukuh. Haa…
jangan-jangan saling bunuh! Continue reading “Puisi-Puisi Amie Williams”