Miftahul Abrori *
http://pawonsastra.blogspot.com/
1
Di Ranjang aku tertusuk kain matamu
Benang biru yang memburu benih
Tergantung di jendela berpagar rindu
Mengurai mimpi di selakang waktu Continue reading “Kancing Baju”
Miftahul Abrori *
http://pawonsastra.blogspot.com/
1
Di Ranjang aku tertusuk kain matamu
Benang biru yang memburu benih
Tergantung di jendela berpagar rindu
Mengurai mimpi di selakang waktu Continue reading “Kancing Baju”
Sartika Dian *
http://pawonsastra.blogspot.com/
air dan hujan
siapa kalian? ibuku atau ibumu?
ataukah ibu yang lain yang diam
sementara debu beterbangan dan menempel di rimbunnya pepohonan
langit yang di atasnya
ada pendar bintang seribu
kejora, kaliankah ibuku atau ibumu yang turut melangkah bersama Continue reading “Ibuku dan Ibumu”
Siska Afriani
http://pawonsastra.blogspot.com/
Dan ketika subuh itu berada dalam kedamaian tak bertuan,
Kau selalu terbangun dari mimpi-mimpi tak beralasan,
Lalu bersicepat dengan waktu,
Menyibak kerumunan embun pagi yang mungkin
akan meremukkan tubuh ringkihmu,
Mendaki punggung bukit yang tak lagi sepantaran dengan usiamu. Continue reading “Kesaksian Kelopak Mawar Hutan”
Yudhi Herwibowo *
http://pawonsastra.blogspot.com/
kain merah pudar yang kausampirkan di relungku
adalah kain yang dulunya putih
tempat kita mencoreti masa lalu
kau masih saja terluka
di meja makan bundar, tempat kau dan aku bersantap
bersama anak-anakmu, anak-anakku
kau akan selalu bercerita tentang bekas luka di dahimu: Continue reading “Kain Merah Pudar”
Kompas, 21 Nov & 4 Juli 2010
GENDERUWO
obor-obor menyala berarak ke kampung
hutan, pantai, sawah, lembah dan gunung
ember, panci, sendok, piring seng
wajan, cutil, kompor, garpu, dandang
diseret berdencing dan dipukul bertalu-talu
bising dan memercikkan api masa lalu
blek blek ting tong, blek blek ting tong
berirama tak genah hingga memusingkan Continue reading “Puisi-Puisi S Yoga”