POTLOT
di pisau paling jalang mata
derita ini kupersembahkan
ingin kunikmati kau kelupas
kulitku kau sayat kudaging
dan kau runcing kuhati Continue reading “Puisi-Puisi Samsudin Adlawi”
POTLOT
di pisau paling jalang mata
derita ini kupersembahkan
ingin kunikmati kau kelupas
kulitku kau sayat kudaging
dan kau runcing kuhati Continue reading “Puisi-Puisi Samsudin Adlawi”
Politik Peluru
lihatlah, penguasa ganas menembaki rakyat!
kekuasaan tak mau tau soal kemanusiaan
pejabat bangsat mandi darah rakyat
raungan pedih, derita jerit sakit korban
tangisan keluarga yang ditinggalkan
langit jakarta memerah!
politik istana pertumpahan darah
di tanjung periok tragedi diulang lagi
yang muda berani melawan pentungan Continue reading “Puisi-Puisi Heri Latief”
PENDALUNGAN
Di genting aku tertidur dan bersiap menantimu.
Tertidur seperti mayat yang matanya terbuka.
Terpulas warna samar sampai gelap pekat.
Di udara yang tipis, benang itu terentang.
Lurus dan lenyap di ketinggian. Lewat benang itulah
kau akan tiba padaku. Mungkin memelukku. Continue reading “Puisi-Puisi Mardi Luhung”
cetak.kompas.com
naga
ketika kau tertidur di bawah ancaman awan hitam aku menjagamu. aku yang menunggu di
balik tabir berabad-abad lamanya hingga kau menyebutku si mendiang, hanya hidup di dalam
kitab, pada lelembar dongengan. aku yang tidak pernah kausebut dalam doamu meski
kaurupakan aku dalam kayu dan perunggu. kuajak pula leluhurmu yang lain agar berjaga-jaga Continue reading “Puisi-Puisi Zen Hae”
LANGIT
anakku gandrung sekali sama angkasa
ia gantung cita-citanya di ujung langit
ia bentang hatinya seluas langit
ia undang bulan matahari bintang
saling tukar riang di bilik hatinya
yang mana mereka suka kapan saja Continue reading “Puisi-Puisi Samsudin Adlawi”