saut kecil bicara dengan tuhan
bocah laki laki itu
duduk sendiri
di tanah kering
di belakang rumah
diangkatnya wajahnya
yang kuning langsat
ke langit
yang kebiru biruan Continue reading “Puisi-Puisi Saut Situmorang”
saut kecil bicara dengan tuhan
bocah laki laki itu
duduk sendiri
di tanah kering
di belakang rumah
diangkatnya wajahnya
yang kuning langsat
ke langit
yang kebiru biruan Continue reading “Puisi-Puisi Saut Situmorang”
Bukan Puisi
sederhana dan simpel katanya
jauh di sana tempat kelahirannya
rindunya terbang bersama debu
ke negeri timur arahnya angin senja
berbeda budaya bermusim semi
dan ini bukan puisi sayangku
cuma catatan menjelang hari kelahiran
mencoba mengaca pada realita
betapa indahnya bunga impian Continue reading “Puisi-Puisi Heri Latief”
Dari Dadamu
sebab dari dadamu
keluar kereta yang menyampaikan malam
minggu
aku
duduk di gerbong ketiga dari masinis
yang menatapku dengan sinis
seolah aku akan menjadi semut
yang mengendap
mencuri asap Continue reading “Puisi-Puisi Pringadi AS”
Stasiun Akhir
sebantal kita rebah
satu tuju satu arah
panggul kereta waktu
lajukan ruang lajukan lalu
berpeluk kita pantang
berpandang kita petaka Continue reading “Puisi-Puisi Samsudin Adlawi”
Cakra
tibatiba aku yang tenggelam di mata sedihku tertawa
dengan nafas masih detak
urat nadi belum putus
kupahami kehidupan mempunyai jalan hidupnya sendiri
biar saat itu mata dibenturkan dengan beriburibu kedukaan
yang bahkan hutan-hutan api melingkar, berkobar
dengan lidah api siap membakar setiap jengkal langkah Continue reading “Puisi-Puisi Imron Tohari”