Puisi-Puisi Samsudin Adlawi

Stasiun Akhir

sebantal kita rebah
satu tuju satu arah

panggul kereta waktu
lajukan ruang lajukan lalu

berpeluk kita pantang
berpandang kita petaka

sebelah menyebelah
menjemput takdir

di surga
stasiun akhir

the sunrise of java, 17112009

Lesung

1.
alu bertalu
lesung mengidung

timpal menimpali
tingkah meningkahi

dengung mendengung
merajut mantra

padi telanjang
perut kenyang

2.
alu memalu
lesung melaung

perawan berdarah
selaput pecah

the sunrise of java, 14112009

Rindu Lunas

lunas lah rindu yang kau lepas
bercumbu kita di samudra luas

aku buih kemambang lautan kau
ke mana lalu kau ke sana laju aku

amuk badai
tampar ombak

tak daya hempas
jiwa yang laras

the sunrise of java, 12112009

Timbangan

harimu makan minum harimu
bosan tak kunjung berkunjung

di sini perut kosong menggigil
menunggu lambungmu melambung

harimu tak kurang apa
masamu bosan tak guna

di sini pemanggul derita
merindu senang kau punya

harimu harinya
satu berdua

the sunrise of java, 03112009

Itu Badut
:Agus Noor

di depan cermin ia berdiri
pandangi bayang sendiri

ia muntahkan kalimat banyolan
lalu ngakak bersama itu bayangan

gerakan paling lucu ia lakonkan
lalu terbahak bersama itu bayangan

the sunrise of java, 03112009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *