Hujan Jarum
hujan jarum turun pada jiwaku
dari gulungan mendung mukamu sebelum senja
dan aku tak mesti pergi berlindung
sebab begitu manis jarum jarum itu nancap di
darahku Continue reading “Puisi-Puisi As Adi Muhammad”
Hujan Jarum
hujan jarum turun pada jiwaku
dari gulungan mendung mukamu sebelum senja
dan aku tak mesti pergi berlindung
sebab begitu manis jarum jarum itu nancap di
darahku Continue reading “Puisi-Puisi As Adi Muhammad”
Dalam Perjalanan
aku antarkan kau melewati malam hujan
melintasi pohon-pohon dingin
menahan gigil terbatin
malamlah yang mencipta lorong gelap,
menyimpan kenangan-kenangan
dari beribu rintik hujan, dan matamu merekam lagu sendu
melawan pijar lampu jatuh,
menyalami pejalan-pejalan yang berteduh. Continue reading “Puisi-Puisi Dadang Afriady”
Jineman Uler Kambang
: sg
1
gong ataukah perempuan yang berdiam di dalamnya
memintaku berjanji kesekian kali untuk kembali
basah dan gigil memanggil-manggil nama kecilmu
: sebentuk talu. atau hanya sekilas rindu Continue reading “Puisi-Puisi Gunawan Maryanto”
Pesan Kakek Untuk Cucunya
Tubuh adalah seumpama kulit gabah
Yang menutupi isi di dalamnya
Jika kau ingin mengetahui kandungannya
Kau harus mengupas kulitnya.
Semisal kau cucuku,
Kau harus telanjang untuk mengetahui isi tubuhmu
Entah itu baik atau buruknya. Continue reading “Puisi-Puisi Kedung Darma Romansha”
SAJAK DI SECANGKIR KOPI
buat EM DE
Setetes kopi ujar di secangkir diammu
telah kureguk habis di sela keriuhan hedonisme
Setetes lagi nyangkut di sehelai benang serbet pilihanmu
terlempar di sudut wastafel pengabdian
terbasuh sudah kerak kesal di dasar inginmu
Setetes lagi hilang
entah kemana dan entah untuk siapa Continue reading “Puisi-Puisi Marcellus Nur Basah”