Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/
Amat minta dibuatkan nasi kuning.
?Untuk apa??tanya Bu Amat curiga.
?Merayakan kelahiran Panca Sila.?
?Lho merayakan Panca Sila dengan nasi kuning?? Continue reading “Panca Sila”
Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/
Amat minta dibuatkan nasi kuning.
?Untuk apa??tanya Bu Amat curiga.
?Merayakan kelahiran Panca Sila.?
?Lho merayakan Panca Sila dengan nasi kuning?? Continue reading “Panca Sila”
Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/
Posisi sastra Indonesia kini sudah sedemikian terpuruk menjadi barang yang tidak relevan dalam konteks pendidikan. Sastra Indonesia sudah pailit. Anak-anak sekolah Indonesia hampir tak mendapat pelajaran sastra lagi. Dalam sebuah penyidikan informal, sastrawan Taufiq Ismail menemukan bahwa pelajar Indonesia membaca 0 (nol) buku di dalam kurun 3 tahun, sementara pelajar dari berbagai negara mencatat 10 sampai 30 buku. Continue reading “Reposisi Sastra Indonesia”
Putu Wijaya
putuwijaya.wordpress.com
Teater Mandiri didirikan di Jakarta pada 1971. Kata mandiri berasal dari bahasa Jawa, yang dipopulerkan oleh Professor Djojodigoena dalam kuliah sosiologi di Pagelaran, Yogyakarta, pada tahun 60-an. Artinya orang yang sanggup berdiri sendiri, namun juga bisa bekerjasama dengan orang lain. Kata itu nampak sangat dibutuhkan dalam pembangunan kepribadian/jatidiri bangsa,di era lepas dari penjajahan phisik namun masih digondel banyak hambatan secara mentalitas.. Continue reading “Teater Mandiri”
Putu Wijaya
http://www.jawapos.com/
Tiba-tiba saja istri saya murung. Saya jadi bingung. Dengan cemas saya intip terus kenapa dia jadi begitu banyak melamun. Saya khawatir pikirannya akan blong, lalu setan masuk. Kalau sudah ada di dalam, biasanya setan tidak akan keluar sebelum orangnya mati. Ketika beberapa kali dia tak menjawab waktu ditanya, saya mulai ketakutan. Yakin itu pertanda lampu merah… Continue reading “Istri”
Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/
Ketika seseorang mulai kaya, nampak perubahan pada rumah dan kendaraan yang dipakainya. Rumah idandani, iperbesar, diperlebar, ditingkatkan. Dibikin kerean dan kemudian dikelilingi oleh pagar. Kendaraan juga sama, jumlahnya bertambah, jenisnya meningkat dan diperkapi dengan sopir. Continue reading “Komunitas Budaya”