Merdeka

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Di penghujung 2007 Amat bingung. Apakah kemerdekaan sebuah kemenangan. Apakah kemenangan sebuah kebahagiaan. Kalau ya, mengapa dalam kemerdekaan dan kemenangan, masih ada derita? Makin marak kemiskinan? Bahkan bencana , permusuhan, kekacauan, kerancauan kebenaran, ketidakadilan dan kejatuhan moral kian edhan-edhanan? Baca selengkapnya “Merdeka”

Pahlawan

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Setelah membaca berita, Amat termenung sehari penuh. Makannya kurang. Suaranya hilang. Ia tidak membalas senyum, walau pun Bu Amat sudah cengar-cengir mengajak berbaikan setelah semalam agak tegang. Bahkan ketika tetangga mengundangnya untuk makan duren, ia menolak.

Bu Amat lalu mendesak Ami, mencari tahu apa yang sedang menggondeli pikiran Amat. Dengan segan-segan Ami menghampiri bapaknya dan langsung saja menembak. Baca selengkapnya “Pahlawan”

Sepi

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Ketika ayahnya meninggal, Merdeka mendapat inspirasi.

?Papa adalah orang yang praktis dan realistis. Ia seorang yang bijaksana, luhur budi pekertinya dan ekonomis. Ia pasti tidak suka segala bentuk kemubaziran, termasuk yang menyangkut jasadnya sendiri,? kata Merdeka menimbang-nimbang. Baca selengkapnya “Sepi”