Hak yang Batal

Radhar Panca Dahana *
suarakarya-online.com

Sebagian pengamat dan peneliti mancanegara menyatakan bahwa korupsi di beberapa negara berkembang tidak selalu bermakna negatif. Seperti penelitian di beberapa negara Eropa Timur pascapemisahan Uni Soviet, juga di negara-negara berkembang Afrika maupun di Indonesia, menyatakan bahwa korupsi telah meningkatkan penerimaan sistem pemerintahan yang, bahkan, otoriter di hati masyarakat. Uang pelicin sebagai salah satu manifestasi korupsi, misalnya, terbukti telah memperlancar sistem birokrasi yang sesungguhnya macet dan mampet. Continue reading “Hak yang Batal”

Rakyat yang Perkasa

Radhar Panca Dahana *
suarakarya-online.com

Mari kita membuat perbandingan sederhana antara apa yang kita sebut rakyat pada umumnya dan elite yang berkuasa (menguasai sumber-sumber ekonomi, politik, sosial, dan lain-lain). Pada situasi mutakhir di negeri ini tampaklah siapa sebenarnya di antara kedua pihak itu yang tangguh dan perkasa, siapa yang lemah dan tak berdaya. Continue reading “Rakyat yang Perkasa”

Radhar Panca Dahana: Ada Masalah dalam Pola Relasi Kesenian Kita!

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Teaterikalisasi puisi dari buku antologi karya penyair Radhar Panca Dahana yang berjudul Lalu Batu kemarin digulirkan Teater Kosong di Gedung Kesenian Jakarta 10-11 April. Para aktor menyajikan pertunjukan yang ekspresif. Padahal, improvisasi bahasa puisi yang menjadi “bahasa milik aktor” bukan pekerjaan yang mudah. Continue reading “Radhar Panca Dahana: Ada Masalah dalam Pola Relasi Kesenian Kita!”

Sejarah yang Dibebaskan

Sumber Terpilih Sejarah Sastra Indonesia Abad XX
Penyusun: E. Ulrich Kratz
Penyunting: Pax Benedanto
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta, 2000
Peresensi: Radhar Panca Dahana
majalah.tempointeraktif.com

Hal yang paling menarik dari buku ini tentu bukan tebalnya yang lebih dari 1.000 halaman, atau ketekunan penyusunnya yang telah lebih dari tiga dekade menggumuli sastra Indonesia dan sastra Melayu pada umumnya, tetapi pada keberanian sang penyusun menampilkan 97 artikel pilihan Continue reading “Sejarah yang Dibebaskan”

Nasionalisme dalam Belenggu Waktu

Radhar Panca Dahana
majalah.tempointeraktif.com

“Manusia memang dilahirkan bebas tapi secara keseluruhan sebenarnya ia terbelenggu” (Jean Jacques Rousseau)

TUJUH puluh tahun barangkali rata-rata harapan hidup manusia sekarang. Seumur demikian umumnya manusia sudah “selesai”. Jikapun ia masih hidup, atau tetap ingin hidup, sebenarnya ia harus mendapatkan makna baru hidupnya. Continue reading “Nasionalisme dalam Belenggu Waktu”

Bahasa ยป