Politik yang Menyerah

Radhar Panca Dahana *
gatra.com

Ekonom peraih Nobel asal Amerika Serikat, Joseph Stiglitz, sekali memberi masukan dengan mengambil contoh India, Cina, dan Argentina sebagai negara-negara dengan karakteristik yang sama dengan Indonesia, yang ternyata jauh lebih berhasil dalam mengatasi krisis dan kini mencapai stabilitas serta mencatat pertumbuhan ekonomi yang fenomenal. Dengan cara, antara lain, Argentina misalnya, mendesak penghapusan utang, mengenyahkan bantuan IMF dan advis-advisnya, menahan liberalisasi bank dan perusahaan negara, serta mengendalikan pasar bebas, terutama dalam komoditas yang menjadi hajat hidup rakyat. Continue reading “Politik yang Menyerah”

Sastra Indonesia dalam Dunia

Radhar Panca Dahana *
kompas-cetak

Wafatnya sastrawan ternama Pramoedya Ananta Toer tentu saja meninggalkan kesedihan, kehilangan, dan keprihatinan; terutama soal atensi pemerintah terhadap seseorang yang telah demikian rupa turut menegakkan dan menjelaskan keberadaan Indonesia di mata dunia. Dalam sastra pun, seakan kita kehilangan rantai terkuat yang selama ini menghubungkan dunia literer kita dengan dunia. Continue reading “Sastra Indonesia dalam Dunia”

Di Panggung Puisi Radhar Terus Hidup

Putu Fajar Arcana
kompas.com

SEJAK setahun tiga bulan yang lalu, penyair Radhar Panca Dahana (38) harus terbaring minimal sepuluh jam dalam seminggu untuk melakukan hemodialisis. Pada hari-hari Selasa dan Sabtu, ditemani istri dan anaknya, Radhar menghabiskan waktunya di sebuah bilik rumah sakit. Terbayang selang-selang, bau obat, aliran darah, deru mesin, serta cairan yang menetes ke bak penampung. Continue reading “Di Panggung Puisi Radhar Terus Hidup”