Tag Archives: Raudal Tanjung Banua

Tapanuli, Tepian yang Cantik…

Romansa Perjalanan Esai
Raudal Tanjung Banua
Bali Post, 21 April 2013

ANDA tentu pernah mendengar nama Tapanuli. Namun ini merujuk wilayah yang sangat luas di kawasan Sumatera Utara, tepatnya di pantai barat hingga ke perbatasan Danau Toba. Mulai dari Natal dan Sidempuan di selatan (berbatasan dengan Sumatera Barat), Sigolga dan Barus di utara (berbatasan dengan Aceh), sampai Tarutung dan Balige di pegunungan.

Membaca Tembang Tolak Bala (Beberapa Catatan Sekilas)

Raudal Tanjung Banua

Membaca novel Hans Gagas, Tembang Tolak Bala (LKiS Yogyakarta, Mei 2011) kita mendapatkan gambaran yang kaya tentang reog Ponorogo, tidak sekedar penampilannya yang atraktif dan indah, melainkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan di “belakang panggung”—dan ini jauh lebih menantang.

Cerita Campur-Aduk dari Pamanku

Raudal Tanjung Banua
Koran Tempo, 12 Feb 2012

PAMANKU bernama Untung Sudah—nama dengan segala arti dan makna. Dia sendiri menceritakan perihal namanya ini dengan mencampur-adukkan cerita nenek dan ayahku yang pernah kudengar. Kata Nenek (tiga kali Al-Fatihah untuknya), ketika ia mengandung, suaminya meninggal karena sakit. Tak diketahui pasti apa penyakitnya. Ada yang bilang sakit kuning sebab mata kakek terlihat menguning sebelum ajal.

Keluarga Ampuntuan

Raudal Tanjung Banua
http://www.lampungpost.com/

TAK ada pembunuhan di sini. Tak ada pembantaian. Semua mengalir mengikuti garis takdir. Tuhan memberi semua lebih dari yang diharapkan siapa pun, bahkan oleh si empunya nasib.

Nasib? Tak seorang pun tahu jalan nasib.

Di Kaki Pulau Sulawesi…Etos Kerja Para Transmigran Bali, Jembrana dan Emas Bombana…

Raudal Tanjung Banua
http://www.balipost.co.id/

CATATAN ini saya tulis dengan ingatan kepada sebuah buku karya seorang pemikir Bali, I.B. Agastya ”Di Kaki Pulau Bali”. Entah kenapa buku tipis penuh makna itu tiba-tiba melintas di benak saya, ketika saya mulai menapak Pulau Sulawesi. Barangkali karena buku tersebut mampu mengurai pentingnya sejumlah hal terkait ”kaki Pulau Bali”, mencakup kawasan Pecatu, Uluwatu, Nusa Dua dan sekitarnya.