Sebuah Antologi Jejak Sastra Indonesia

Judul buku : Seratus Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan
Penulis : An. Ismanto, dkk.
Penerbit : I:BOEKOE, Yogyakarta
Cetakan : 1, 2009
Tebal : 1001 hlm
Peresensi : D. Suryadi
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

Harus dipahami baik-baik bahwa buku ini tidak bermaksud mengajukan suatu daftar “buku-buku terbaik” ataupun “buku-buku terpenting”. Tujuan utama buku ini ialah pertama-tama untuk menemui buku-buku karya sastra yang menjadi penopang utama Pax Literaria Indonesia. (A.N. Ismanto) Continue reading “Sebuah Antologi Jejak Sastra Indonesia”

Idul Fitri dan Petunjuk Berserah Diri

Rohmah Maulidia*
http://www.jawapos.com/

KESADARAN adalah aset manusia yang sangat penting. Namun, karena sering kalah promosi oleh kepintaran, ia menjadi modal yang jarang dibangun. Yang membedakan keduanya adalah kepintaran merupakan hasil pengolahan informasi di kepala, sedangkan kesadaran diolah di kepala informasi itu dan prosesor di hatinya. Hasilnya adalah suatu kesadaran yang berkadar oktan tinggi. Ketika mesin kesadaran yang bertenaga besar itu dinyalakan untuk menyelesaikan urusan hidup, output-nya tentu berbeda. Continue reading “Idul Fitri dan Petunjuk Berserah Diri”

Dari Paris dengan Cinta

Judul Buku : ‘Paris Lumiere de l’Amour, Catatan Cinta dari Negeri Eiffel’
Pengarang : Rosita Sihombing
Penerbit : PT Lingkar Pena Kreativita, Jakarta
Cetakan : Mei 2009
Tebal : xii + 174 hlm.
Peresensi : Christian Heru Cahyo Saputro*
http://www.lampungpost.com/

SUKSES merilis novel Luka di Champs Elysees, Rosita Sihombing, novelis kelahiran Tanjungkarang, Lampung, 24 Januari 1974, meluncurkan buku Paris Lumiere de l’Amour, Catatan Cinta dari Negeri Eiffel (PLdA). Continue reading “Dari Paris dengan Cinta”

Indonesia v Malaysia

M. Nursam*
http://www.jawapos.com/

HARI-HARI ini, ketegangan an?tara Indonesia-Malaysia kemba?li menyeruak. Pasalnya, Malaysia kembali “mengklaim” salah satu seni budaya Indonesia. Tari pendet yang asli produk seni bangsa Indonesia tiba-tiba diakui sebagai milik negeri jiran itu. Pengakuan terbaru tersebut me?nambah daftar panjang klaim seca?ra sepihak dari Malaysia atas aset se?ni dan budaya kita. Sebelumnya, ang?klung dan batik telah diklaim seba?gai warisan budaya Malaysia. Continue reading “Indonesia v Malaysia”

Globalisasi Jihad Kekerasan

Syamsul Arifin*
http://www.jawapos.com/

SETELAH Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) berhasil menewaskan Noordin M. Top -tokoh teroris berkewarganegaraan Malaysia- pada 17 September lalu, masyarakat seperti menemukan ”kesadaran baru”. Yakni, pembatasan terhadap ruang gerak jaringan gerakan teroris tidak cukup dilakukan oleh aparat keamanan, tetapi juga masyarakat perlu dilibatkan secara lebih luas. Continue reading “Globalisasi Jihad Kekerasan”

Bahasa ยป