MODEL CERPEN PSIKOLOGIS-SIMBOLIK-SOSIO-KULTURAL

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Damhuri Muhammad, Laras, Tubuhku bukan Milikku, Jakarta: Dastan Books, 2005, 219 halaman.
Ketika berbagai saluran komunikasi tersumbat, aspirasi dan amanat rakyat masuk keranjang sampah, gugatan para demonstran dianggap angin lalu, sementara para penguasa tidur nyaman dengan segala kebisutuliannya, sastra dapat digunakan sebagai salah satu alternatif; pilihan paling aman untuk mengungkapkan kegelisahan, unek-unek atau apapun yang mengganjal hati nurani kita. Dengan caranya yang khas, sastra bisa masuk ke ruang-ruang publik, mendekam di pojokan kelas, ruang kuliah, atau terus bergentayangan, memprovokasi siapa pun pembacanya. Continue reading “MODEL CERPEN PSIKOLOGIS-SIMBOLIK-SOSIO-KULTURAL”

Kembalinya Sang Pujangga

Akhmad Sekhu *
oase.kompas.com

Sebentar lagi, sejenak istirah di atas angin dan seorang perempuan akan melahirkan aku…

Demikian kutipan dari bab terakhir Sang Nabi yang ditulis oleh Kahlil Gibran. Sang Nabi disebut sebagai mahakarya Kahlil Gibran. Di dalamnya terdapat sebuah janji, suatu ketika ia akan kembali. Janji itu kini telah ditepati. Pada Hajjar Gibran, ia menitis dan meneruskan mutiara-mutiara kehidupannya. Demikian yang tersirat dari buku berjudul Kembalinya Sang Nabi yang ditulis Hajjar Gibran. Continue reading “Kembalinya Sang Pujangga”

Robohnya Negeri 1001 Malam

Moh Samsul Arifin*
http://www.jawapos.com/

Inilah buku yang memotret sebuah perang paling berdarah –sekaligus menyita perhatian manusia di kolong langit– di ufuk milenium baru. Dua jurnalis MBM Tempo, Rommy Fibri dan Ahmad Taufik memburu segepok peristiwa yang mengiringi kejatuhan Rezim Saddam Husein dan luluh lantaknya tanah Irak selepas diinvasi Amerika Serikat dan sekutunya. Kedua jurnalis itu membuat reportase basah, di mana detail peristiwa dirawat bak menimang bayi dan jalinan peristiwa diudar dengan perspektif kuat bertopang sejarah. Continue reading “Robohnya Negeri 1001 Malam”

Membongkar Politik Borjuasi Descartes

Rosdiansyah*
http://www.jawapos.com/

Gerakan buruh dan gerakan politik di Indonesia saat ini selayaknya merenungkan ulang fondasi serta cara pandang mereka terhadap kebangkitan kelas borjuasi di tingkat nasional maupun lokal, setelah perombakan sistem politik sejak reformasi 1998. Setelah otoritarianisme Orde Baru yang melahirkan kelas borjuasi kecil di lingkaran elite politik di Jakarta berantakan, saat ini mulai marak kelas borjuasi kecil di tingkat lokal. Borjuasi merupakan konsep kunci dalam wacana Marxisme. Continue reading “Membongkar Politik Borjuasi Descartes”

Bahasa ยป