Judul: Old Surehand 1 – Oase di Llano Estecado
Penulis: Karl May
Penerjemah: Primadiana Hermila Wijayanti (koord), dkk
Penyunting: Andrea K. Iskandar, Pandu Ganesa
Penerbit: Pustaka Primatama & PKMI
Cetakan: I, Nov 2008
Tebal: x + 534 hlm
Peresensi: Hernadi Tanzil
ruangbaca.com Continue reading “Pelajaran Kemanusiaan di Gurun Llano Estecado”
Detektif Cilik di Kereta Hindia Belanda
Surjorimba Suroto
http://www.ruangbaca.com/
Mereka layaknya Lima Sekawan atau Sapta Siaga-nya Enid Blyton.
Banana Publishing, yang sebelumnya pernah menerbitkan novel grafis Ekspedisi Kapal Borobudur: Jalur Kayu Manis (2007), kembali dengan produk terbarunya. Eendaagsche Exprestreinen membawa misi serupa dengan pendahulunya: mengenalkan sedikit sejarah bangsa Indonesia dalam format gambar dan cerita fiksi. Fokus utamanya adalah perkeretaapian Indonesia pada awal abad ke-20, pada masa Hindia Belanda. Continue reading “Detektif Cilik di Kereta Hindia Belanda”
CATATAN KECIL ATAS CERMIN MERAH NANO RIANTIARNO
Maman S Mahayana *
“Cermin Merah seperti saluran air yang mampat. Ia menyimpan kepedihan psikis anak manusia yang gelisah: mempertanyakan sang ayah yang hilang diterkam politik tahun 1965, kakak yang tewas dalam pendakian gunung, menggelandang di ibukota atau menikmati percintaan yang tak lazim. Novel yang sangat filmis ini seperti sengaja berakhir tak selesai. Sejumlah pertanyaan menggantung tak berjawab.” Itulah kesimpulan yang dapat saya tangkap selepas membaca (naskah) novel ini. Sebuah kesimpulan yang sangat umum dan tentu saja belum menjelaskan apa-apa. Continue reading “CATATAN KECIL ATAS CERMIN MERAH NANO RIANTIARNO”
Sastra yang Baik, Bukan Yang Normatif
Penulis : Prof Dr Budi Darma
Penyunting : Djoko Pitono
Penerbit : JP Book dan Universitas Negeri Surabaya
Cetakan : I, November 2007
Tebal : xxiv + 242 Halaman
Peresensi: M. Djupri*
http://arsip.pontianakpost.com/ Continue reading “Sastra yang Baik, Bukan Yang Normatif”
“Cinta” Dalam Sebelas Menit
Yanuar Arifin
http://oase.kompas.com/
Bagi seorang wanita, cinta seringkali hanya menimbulkan sebuah penderitaan, luka dan cacat dalam kehidupan. Cinta yang semula begitu agung, sakral, suci dan dimuliakan oleh kebanyakan manusia, terkadang menjadi realitas yang menyedihkan dan ditakuti oleh sebagian orang. Anggapan ini tentunya sangatlah beralasan apabila kita membaca kembali lembar luka kehidupan kaum wanita di muka bumi ini yang tak jarang mendapatkan perlakuan buruk dari kaum laki-laki. Continue reading ““Cinta” Dalam Sebelas Menit”
