http://entertainmen.suaramerdeka.com/
Judul: LA Underlover
Penulis: Budi Darma, Triyanto Triwikromo, Eka Kurniawan, Nugroho Suksmanto, dan Chavchay Syaifullah
Penerbit: Katakita
Tebal: 247 halaman
Peresensi: Saifur Rohman* Continue reading “Kegelisahan (Indonesia) di Los Angeles”
Potret Poskolonial Indonesia dalam Sastra
Judul: Post-kolonialisme Indonesia, Relevansi Sastra
Penulis: Prof Dr Nyoman Kutha Ratna SU
Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, 2008
Tebal: xii+497 halaman
Peresensi: Lukman Santoso Az
suaramerdeka.com Continue reading “Potret Poskolonial Indonesia dalam Sastra”
Multatuli Menggugat Belanda
Judul: Max Havelaar
Penulis: Multatuli
Penerjemah: Andi Tenri W
Penerbit: Penerbit Narasi, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, 2008
Tebal: 396 halaman
Peresensi: Ahmad Musthofa Haroen
suaramerdeka.com Continue reading “Multatuli Menggugat Belanda”
Suku Maya Pernah Menetap di Indonesia?
Dewi Puspasari
http://citizennews.suaramerdeka.com/
Hubungan antara Suku Maya dan Asia menarik minat sejumlah sejarahwan dan antropolog. Pasalnya, candi-candi yang terletak di kompleks Chichen Itza mirip dengan candi di Asia. Bahkan, ada pula yang persis dengan yang dimiliki Indonesia. Lantas, bagaimana para ahli menjelaskan adanya persamaan antara bahasa Jepang dan Bahasa Maya. Apakah Suku Maya dan Asia berasal dari satu nenek moyang? Ataukah mereka pernah menetap di Asia, termasuk Indonesia? Continue reading “Suku Maya Pernah Menetap di Indonesia?”
Minirtiwikin Djidi Gilijipi
Doan Widhiandono *
jawapos.com
SAYA menyambut baik kreativitas H M. Cheng Ho Djadi Galajapo pada bagian Kata Djadi (halaman vii) buku ini. Di situ Djadi memberikan kata sambutan menggunakan huruf vokal ”i” seluruhnya.
Menurut pelawak dedengkot grup kocak Galajapo tersebut, pemakaian huruf ”i” vokal dalam kalimat-kalimatnya adalah salah satu bentuk penghematan. Selain itu, huruf ”i” dipilih lantaran pengucapannya tak perlu membuka mulut lebar-lebar. Menurut Djadi, membuka mulut secara lebar mengesankan sebagai orang yang sombong. Continue reading “Minirtiwikin Djidi Gilijipi”
