Memoar sang Bunga Sakura

Dewi juga merupakan jembatan dalam peta politik Indonesia-Jepang yang tengah menyelesaikan pembahasan tentang pampasan perang.

Judul : Ratna Sari Dewi Sukarno; Sakura di Tengah Prahara
Penulis : M Yuanda Zara
Penerbit : Ombak, Yogyakarta
Terbit : I, Februari 2010
Tebal : xvi + 263 halaman
Harga : Rp 60.000,-
Peresensi : Supriyadi
http://www.koran-jakarta.com/ Continue reading “Memoar sang Bunga Sakura”

POLITIK DALAM NOVEL

HARIMAU! HARIMAU! novel Mochtar Lubis
Penerbit: PT Dunia Pustaka Jaya, Jakarta 1977
Cetakan: Kedua
Gambar Jilid: Popo Iskandar
Tebal : 215 halaman
Peresensi : Abdul Hadi W.M.
http://majalah.tempointeraktif.com/

NOVEL ini termasuk paling banyak dibicarakan di sekitar tahun penerbitan pertamanya (1975) dan mendapatkan pujian, selain beberapa keberatan. Bahkan Yayasan Buku Utama memberikan hadiah pada pengarangnya setelah Harimau! Harimau! terpilih sebagai buku terbaik 1975. Continue reading “POLITIK DALAM NOVEL”

Kekuasaan, Bahasa, dan Kebudayaan Jawa

Muhammad Qodari
http://majalah.tempointeraktif.com/

Kuasa-Kata: Jelajah Budaya-Budaya Politik di Indonesia
Penulis : Benedict R. O’G. Anderson
Penerjemah : Revianto Budi Santosa
Penerbit : Mata Bangsa, 2000, viii + 634 halaman

BENEDICT R. O’Gorman Anderson adalah murid yang lebih besar dari gurunya. Memang tidak jelas betul apakah Soemarsaid Moertono, penulis buku Negara dan Bina-Negara di Jawa Masa Lampau, memang pernah mengajar Ben—nama panggilan Anderson—di tahun 1964, Continue reading “Kekuasaan, Bahasa, dan Kebudayaan Jawa”

Pesantren, yang unik yang benar

Abdurahman Wahid
http://majalah.tempointeraktif.com/

TRADISI PESANTREN
Penulis: Zamakhsyari Dhofier,
Diterbitkan: LP3ES, Jakarta, 1982,
192 halaman, indeks, tabel-tabel dan ilustrasi.

BUKU ini ditulis dalam bahasa Indonesia, dari disertasi yang diajukan penulisnya kepada Australian National University. Sebagai hasil penelitian lebih sepuluh bulan di dua pesantren di Jawa, ia mencoba memperlihatkan ‘wajah sebenarnya’ pesantren tradisional — lebih tepat lagi yang masih mampu mempertahankan sisa-sisa tradisionalismenya — di hadapan perubahan yang dibawakan proses modernisasi. Continue reading “Pesantren, yang unik yang benar”

Bahasa »