Tan Malaka dan Buku-Buku Penjebol Wacana

Mohammad Afifuddin*
http://www.jawapos.com/

SEBAGAIMANA diutarakan Goenawan Mohamad, pada hari-hari dalam bulan Agustus 1945, yang runtuh bukan sebuah kekuasaan politik. Hindia Belanda sudah tidak ada, otoritas pendudukan Jepang yang menggantikan juga baru saja kalah. Yang ambruk adalah sebuah wacana.

Sebuah wacana adalah sebuah bangunan perumusan. Tapi, yang berfungsi di sini bukan sekadar bahasa dan lambang. Sebuah wacana dibangun dan ditopang kekuasaan dan sebaliknya, membangun serta menopang kekuasaan itu. Continue reading “Tan Malaka dan Buku-Buku Penjebol Wacana”

Historis Demografisme (Percikan Api yang Meletuskan Pemberontakan)

Daoed Joesoef
kendaripos.co.id

Selain pertentangan kekaryaan dan ikatan, pendekatan historis demografisme terhadap pemahaman tentang tekanan kependudukan mengungkapkan pula adanya pertentangan generasi sosial. Generasi itu adalah keseluruhan orang yang mempunyai kesamaan kepentingan dalam persoalan kebudayaan, organisasi, kontrol, dan merasa solider satu dengan lainnya berhubung kesamaan dalam aspirasi dan cara melaksanakan sesuatu. Dalam generasi sosial itu selanjutnya dapat dibedakan ”generasi muda atau generasi pembaru” dan ”generasi tua atau generasi konservatif”. Continue reading “Historis Demografisme (Percikan Api yang Meletuskan Pemberontakan)”

PENJARAHAN DARI PEMBANGUNAN

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Tatkala pembangunan fisik ditingkatkan, sedang perbaikan jiwa diabaikan, berhati-hatilah penjarahan, tindak anarkis dari prodak demokrasi, hal pernah diramalkan Hegel. Insan-insan Indonesia giat bekerja, tekun menjadikan dirinya kaya. Seperti bangsa lain yang gemar kilatan mewah, merindu kecantikan luar, daya rayu memperbudak. Padahal K?tut Tantri pernah berkata; ?orang Indonesia itu para pelaku terbaik,? ketika melihat pasukan Bung Tomo menyamar sebagai anggota Palang Merang Internasional demi mengambil alat siar perjuangan. Continue reading “PENJARAHAN DARI PEMBANGUNAN”

KEGAGALAN PKI MEMBACA ANGROK

Nurel Javissyarqi

“Di mana tanah airku di lembah sunyi
di mana airmata darah pernah tergenang
sejengkal petak sawah, kini ruang peradaban
idealisme sikap otak ‘membajak’ bagai tengkulak.

Di mana dewi sri-ku, duhai pertiwi legenda yang usang
di mana bulanku pernah berpesan pada dayang-dayang
betapa rentang kini langit dan bumi, entahlah
bila masih tanganku sanggup menggapai” (Fajar Alayubi). Continue reading “KEGAGALAN PKI MEMBACA ANGROK”

Bahasa ยป